Logo Saibumi

Risma Minta Anak Tuli Bicara, Pengamat Sosial UNILA: Tidak Semua Bisa Disamaratakan

Risma Minta Anak Tuli Bicara, Pengamat Sosial UNILA: Tidak Semua Bisa Disamaratakan

Menteri Sosial Tri Rismaharini/Net

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kembali menjadi perbincangan hangat di Media Sosial lantaran memaksa seorang anak penyandang tunarungu bicara.

Pengamat sosial dari Universitas Lampung Yuni Ratna Sari mengatakan bahwa seorang anak memiliki kemampuan yang berbeda dan tidak semua anak dipaksa melakukan apa yang membuat dirinya malu didepan umum.

BACA JUGA: Inilah Film Pendek Terbaik Tentang Keamanan Berkendara Karya Anak Muda Indonesia

"Tidak semua bisa disama ratakan, karena setiap anak mempunyai kemampuan masing-masing," ungkap dosen jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Lampung, Sabtu (4/12/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan, menurutnya pendekatan kepada anak-anak khususnya yang memiliki kelebihan itu berbeda. Terlebih apa yang dilakukannya itu langsung didepan umum dan dikhawatirkan bisa mengganggu sikologinya.

Perlu diketahui, sebelumnya Mensos Tri Rismaharini meminta penyandang tunarungu untuk berbicara di Hari Disabilitas Internasional, Rabu 1 Desember 2021.

Berdasarkan siaran dari akun YouTube Kemensos, Risma mengunjungi berbagai stan pameran karya penyandang disabilitas. Di situ Risma meminta penyandang disabilitas mental dan tuli berbicara menyampaikan hal yang ingin disampaikan secara langsung.

Tindakan Risma ini menuai kritik dari penyandang disabilitas tuli bernama Stefan. "Ibu, saya harap sudah mengetahui tentang CRPD bahwasannya anak tuli itu memang menggunakan alat bantu dengar, tetapi tidak untuk dipaksa berbicara," kata Stefan dikutip Kamis 2 Desember 2021.

Dalam kesempatan lain, Risma menegaskan, tidak memiliki niat untuk memaksa para penyandang disabilitas tuli untuk berbicara. Mantan Wali Kota Surabaya ini berharap para penyandang disabilitas tuli dapat mengoptimalkan dan melatih diri untuk berbicara, meminta tolong, apabila berada dalam situasi yang membahayakan diri.

“Untuk apa saya memaksa karena enggak ada gunanya buat saya. Tapi bahwa saya ingin di saat mereka di kondisi terpepet tadi, minimal dia bisa minta tolong atau dia bisa berjuang untuk itu, untuk mengamankan dirinya, karena kasihan sekali,” pungkas Risma. (Riduan)


BACA JUGA: Layak Dievaluasi! Anggaran Pupuk Subsidi Tak Sebanding dengan Capaian Produktivitas



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong