Logo Saibumi

Perselisihan Tiga Terdakwa dengan Nakes, Saksi: Cabut Perkara, Korban Minta uang Cash Ratusan Juta

Perselisihan Tiga Terdakwa dengan Nakes, Saksi: Cabut Perkara, Korban Minta uang Cash Ratusan Juta

Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung - Sidang lanjutan tiga terdakwa terkait perselisihan dengan tenaga kesehatan (nakes), yakni Awang, Novan, dan Didit, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, kembali digelar Senin (22/11/2021).

Agenda sidang, yakni mendengarkan keterangan saksi-saksi sebanyak empat orang yaitu Grace, Yulius, Rudolfus, dan Ustaz A Syaifuddin. yang meringankan para terdakwa.

BACA JUGA: PPP Nyiapkan 75 Bacaleg dan Nyatakan Siap Dukung Muktamar NU

Saksi Ustaz A Syaifuddin adalah orang yang melakukan perdamaian kepada keluarga korban.

Dalam saksinya Syaifuddin mengatakan bahwa sudah terjadi beberapa kali pertemuan dengan keluarga korban.

"Saya melakukan pertemuan dengan keluarga korban itu sebanyak 4 kali yaitu tanggal 30 September pertemuan pertama saya mendatangi ke rumah korban, dan bertemu dengan ayahanda korban pak Mukti. Lalu 4 oktober pertemuan kedua, 11 oktober pertemuan ketiga, dan 12 oktober pertemuan ke-4," jelasnya.

Syaifuddin melanjutkan bahwa pada pertemuan ke-4 itu lah Ibu dari korban Rendi menyampaikan ihwal adanya beberapa persyaratan guna bisa terlaksananya perdamaian.

"Dipertemuan ketiga itu sampai dini hari, sebelum jam 12 malam dipertemuan ketiga Awang itu ngobrol tertutup dengan keluarga inti. Obrolan tertutup itu selesailah jam 2 dini hari, saat keluar Awang bilang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi termasuk pencabutan kuasa hukum para terdakwa, dan sejumlah uang.

"Selesai salat subuh kami pamit pulang," tutur Syaifuddin.

Sampai akhirnya pada 12 Oktober 2021 pagi, terjadilah pertemuan ke-4. Dipertemuan ke-4 ini lah istri terdakwa awang telah membawa sertifikat, yang nantinya akan diajukan kepada keluarga korban.

"Sesampainya di rumah Rendi, itu udah rame ada sekitar 11 orang. Setelah melakukan sedikit perbincangan terkait beberapa persyaratan yang tidak bisa disanggupi oleh keluarga terdakwa. Ibunya Rendi bilang, bahwa menolak sertifikat yang telah diajukan oleh keluarga terdakwa. Ia menginginkan uang cash sebesar 200 jt, selain itu biaya-biaya transportasi pengacara juga dibebankan kepada keluarga Awang," terang Syaifuddin.

Sementara itu, Penasehat hukum para terdakwa Bey Sujarwo menambahkan bahwa dari hasil pertemuan terakhir tidak ada perdamaian karena pihak awang tidak bisa menyanggupi apa yang diminta oleh ibu korban.

Sidang dilanjutkan, Selasa 23 november 2021 pukul 09.00 WIB. (Riduan)

BACA JUGA: Dua Terdakwa Pemalsu Surat Keterangan Hasil Covid-19 Klinik Pratama Saibumi Segera Disidang 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong