Logo Saibumi

Kekayaan Intelektual Komunal Lampung Penting Didaftarkan

Kekayaan Intelektual Komunal Lampung Penting Didaftarkan

Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung mengatakan pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) penting dilakukan. Tujuannya, mencegah kerugian material dan moral secara langsung diderita oleh masyarakat adat.

 

BACA JUGA: Masa Depan Pertanian Indonesia Ada di Perkotaan

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Hukum Ahli Madya, Muhammad Zuhri dan Kepala Seksi Pengembangan Segmen Pasar Pariwisata, Indra Jamal Nur saat berbincang interaktif dengan mengusung tema “Mari Jaga Kekayaan Intelektual Komunal di Provinsi Lampung” di salah satu TV Lampung.

 

Zuhri menyampaikan bahwa pentingnya pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal adalah untuk mencegah kerugian material dan moral secara langsung yang diderita oleh masyarakat adat. Pemanfaatan KIK secara ilegal juga dapat menimbulkan persoalan lain yang tidak kalah serius bagi kelangsungan kehidupan masyarakat adat dan umat manusia secara umum.

 

"Tentang manfaat ekonomis yang dirasakan dengan didaftarkannya Kekayaan Intelektual Komunal yaitu mendapatkan perlindungan hukum, Pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional ke depan dan berkontribusi secara signifikan dalam perkembangan perekonomian nasional maupun internasional sehingga dapat menambah nilai ekonomis suatu kebudayaan karena lebih dikenal baik di lingkup nasional maupun internasional," ungkap Zuhri dikutip saibumi.com, Rabu (29/9/2021).

 

Sementara dan Kepala Seksi Pengembangan Segmen Pasar Pariwisata, Indra Jamal Nur menyampaikan bahwa ada beberapa hal upaya untuk didaftarkan atau ditetapkan maka ekspresi budaya tradisional dan pengetahuan tradisional adalah juga menjadi kewenangan pemerintah daerah Provinsi Lampung.

 

"Sejak tahun 2013 hingga 2017 sudah ada enam belas karya budaya yang ditetapkan yaitu Tapis, Lamban Pesagi, Sigeh Penguten, Tari Melinting, Muayak, Gamolan, Sulam Usus, Sekura Cakak Buah, Gulai Taboh, Cakak Pepadun, Seruit, Tenun Ikat Inuh, Warahan Lampung, Kakiceran, Maduaro dan Tupping, Lalu sejak 2017 hingga 2021 ada lebih dari 50 karya budaya yang telah ditetapkan," jelasnya

 

Bersinergi antara kumham Lampung dan pemerintah provinsi Lampung bersama-sama masyarakat, budayawan, akademisi, untuk sama sama menetapkan karya budaya Lampung ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia dari Lampung. (Riduan)

BACA JUGA: Update Covid-19 di Lampung Selasa 28 September 2021



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong