Logo Saibumi

Disinyalir Kebangkitan PKI, Aksi Teror Terus Menyasar Ulama dan Ustaz di Tanah Air

 Disinyalir Kebangkitan PKI, Aksi Teror Terus Menyasar Ulama dan Ustaz di Tanah Air

Foto: Dokumen Istimewa

Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Aksi pelaku penyerangan ulama dan ustaz sering terjadi di negeri +62 ini. Bukan hanya kemanusiaan, atau ODGJ semata tapi kejahatan ini seperti sudah menjadi pola dimula alasan sang pelaku yang meneror memiliki gangguan jiwa.

 

Sungguh ini tidak masuk akal, mengapa ulama dan ustaz saja yang diserang. Dugaan ini mencuat adanya pola kejahatan yang tidak sekali dua kali ini saja, aksi meneror ulama dan ustaz mencerminkan minimnya perlindungan dan HAM di Indonesia. 

BACA JUGA: Lagi ceramah, Ustad Diserang Orang Tak di Kenal di Batam

 

Aksi teror kepada ulama belum lama dirasakan di kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Ustaz Marwan alias Alex tiba-tiba jatuh tersungkur ditembak pria misterius. Ustaz Alex ditembak usai menjalani ibadah salat Magrib berjamaah di lingkungan sekitar 18:30 WIB (Sabtu, 19/9/21) belum diketahui motif penembakan.

 

Dari keterangan saksi Nayla sekitar lokasi, pelaku diketahui pria misterius itu menggunakan motor dan memakai jaket ojek online. Usai menembak ustaz Alex, pria itu pun langsung kabur.

 

Kemudian Senin (20/9/21) siang kemarin, terjadi pelaku penyerangan kepada Ustaz Abu Syahid  di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau telah ditangkap pihak Mapolresta Barelang. Petugas keamanan Masjid, Jafar menuturkan bahwa peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku tampak tidak menyesal dan sempat mengatakan sepatah kata.

 

"Saya komunis," tegasnya saat menuju ruang pemeriksaan, Senin (20/9/2021) sore di lansir dari suara.com

 

Masalah ini tentu berkaca seperti yang pernah dijelaskan oleh seorang antropolog Amerika, Robert Jay, dalam artikel Andy Ryansyah, Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), Robert Jay di tahun 1953 turun ke Jawa Tengah menggambarkan kekejaman PKI.

 

"Mereka menggunakan kekuatan mereka untuk melenyapkan bukan saja para pejabat pemerintah pusat, tapi juga penduduk biasa yang merasa dendam. Mereka itu terutama ulama-ulama tradisionalis, santri dan lain-lain yang dikenal karena kesalihan mereka kepada Islam. Mereka ini ditembak, dibakar sampai mati, atau dicincang-cincang, kadang-kadang ketiga-tiganya sekaligus. Masjid dan madrasah dibakar, rumah-rumah pemeluknya dirampok dan dirusak," ujar Robert Jay, 1953

 

”Pembrontakan communist itoe ditoedjoekan kerna kaoem FDR-PKI merasa tida soeka pada Masjoemi dan banjak sekali orang-orang jang Masjoemi di daerah jang didoedoekin oleh communist telah diboenoe dengen kekedjaman," dalam keterangan Sin Po 1 Oktober 1948 menulis laporan dari saksi mata. Sesudah perebutan kekuasaan menyusul tindakan pembersihan. 

BACA JUGA: Lagi ceramah, Ustad Diserang Orang Tak di Kenal di Batam

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA