Logo Saibumi

Universiti Muhammadiyah Antarbangsa Malaysia (UMAM), Kepak Sayap Muhammadiyah di Negeri Jiran

Universiti Muhammadiyah Antarbangsa Malaysia (UMAM), Kepak Sayap Muhammadiyah di Negeri Jiran

Saibumi.com(SMSI), JOGJA - Ormas Islam Muhammadiyah semakin menabalkan dirinya sebagai organisasi dakwah yang memiliki perhatian dan kekuatan besar di dunia pendidikan. Ini dibuktikan dengan kehadiran Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang resmi berdiri di Negeri Jiran, Malaysia.

 

BACA JUGA: Jenazah Covid-19 Tertukar, 1 Jenazah Sudah Selesai di Kubur

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, Kamis (12/8/2021) siang, menyatakan kehadiran Universiti Muhammadiyah Antarbangsa Malaysia (UMAM) merupakan wujud gerakan dakwah di bidang pendidikan yang telah melintasi sekat-sekat antar negara. Kepak saya gerakan dakwah Muhammadiyah merambah manca negara, sejatinya bukan kali ini saja dilakukan. Namun, pendirian universitas di Negeri Jiran menjadi tonggak sejarah penting bagi organisasi yang lahir di Yogyakarta tahun 1912 itu.

 

“Pendirian UMAM merupakan tonggak baru perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri yang dimaksudkan sebagai perluasan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan pendidikan tinggi di ranah global,” ujarnya.

 

Haedar Nashir menuturkan, perjuangan pendirian UMAM yang dirintis sejak tahun 2017 merupakan implementasi kerja sama dan persaudaraan antar bangsa serumpun, Melayu, yang menjadi entitas terbesar di Asia Tenggara.

 

Persetujuan pendirian UMAM dari pemerintah Malaysia, dilakukan melalui perjuangan dan usaha yang keras sejak empat tahun silam. Khususnya lewat tim yang dibentuk PP Muhammadiyah dengan diawali pendirian University Consortium Muhammadiyah Malaysia.

 

“Yang diawali dari kawasan bangsa serumpun di regional ASEAN yang berfungsi strategis mewujudkan kemajuan dan persatuan antarbangsa untuk membangun peradaban bersama yang mencerahkan di bawah panji Islam Berkemajuan yang berwawasan raŠł•matan lil alamiin,” terangnya.

 

Sementara itu, Prof Bambang Setiaji salah satu yang membidani lahirnya UMAM, saat konferensi pers UMAM, Kamis siang, secara daring mengungkapkan, Universiti Muhammadiyah Antarbangsa Malaysia atau UMAM berbeda dengan perguruan tinggi lain. Di antaranya, untuk tiga tahun pertama, program yang ditawarkan adalah jenjang magister dan Philosophy of Doctor (PhD). Sedangkan, program strata 1 baru dimulai setelah tahun ketiga.

 

“Mengapa dipilih program itu, karena mengenai sumber daya yang tersedia. Jadi program ini didukung oleh sekitar 16 atau 17 Guru Besar yang sudah purna dari Malaysia yang dipimpin oleh Prof Datuk Mohd Noh Dalimin,” katanya.

 

Sementara itu, Rektor atau Chief of Executive UMAM, Waluyo Adi Siswanto menjelaskan, UMAM memiliki 15 program studi. Terbagi di lima prodi S3 atau PhD, yakni prodi pendidikan, bisnis dan manajemen, ilmu sosial, studi islam, dan teknologi informasi.

 

“Untuk yang master program studinya sama dengan yang disebutkan diatas, hanya jenjangnya saja untuk jenjang master,” ungkapnya. (tuti)

BACA JUGA: Kelalaian Supir Truck Berisi Pakan Ternak Tercebur di Pelabuhan Merak



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong