Logo Saibumi

Inilah Bahaya Masking Effec Pada Perokok

 Inilah Bahaya Masking Effec Pada Perokok

Ilustrasi: Pixabay

Saibumi.com (SMSI), Bandarlampung – Menurut Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FASPR, Ketua Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmonologi FKUI RS Persahabatan menjelaskan Beberapa orang yang bekerja di industri kreatif mengandalkan rokok sebagai idea booster.

 

Pasalnya, jika tidak merokok, mereka merasa tidak berpikir kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, pictorial health warning pada kemasan rokok kemudian tak diindahkan. Menurut dr. Agus, hal ini terjadi karena adanya fenomena masking effect.

BACA JUGA: Bahas Pemanfaatan TIK, Kadis Kominfo Lamsel Ikuti Rakor Bersama Diskominfotik Provinsi Lampung


“Nikotin akan memengaruhi keseimbangan kimia pada otak, khususnya dopamine dan norepinephrine, yaitu cairan di otak yang mengendalikan rasa bahagia dan relaks. Hal ini yang membuat orang terlihat nyaman saat merokok,” terangnya.

 

Ketika efek nikotin mulai bekerja, maka mood dan konsentrasi pun akan berubah. Pada saat bersamaan, ketika terjadi ketidakseimbangan kimia di otak akibat jumlah dopamine dan norepinephrin yang berlebihan, sistem pertahanan otak akan mengeluarkan cairan kimiawi antinikotin. Cairan ini membuat seseorang merasa depresi, mood menurun, dan tidak tenang ketika tidak merokok.

 

“Fenomena inilah yang membuat orang-orang merasa keren saat sedang merokok,” tambah dr. Agus. 

 

Keadaan inilah yang menyebabkan seseorang merasa harus mengisap rokok untuk mendapatkan rasa relaks kembali.

 

Padahal dalam jumlah nikotin yang berlebih dapat menyebabkan adiksi (kecanduan) dan gangguan pembuluh darah. Lalu tar yang mengandung 60 zat kimia karsinogenik dan menjadi penyebab utama timbulnya penyakit kanker.

 

Ada karbon monoksida (CO), dengan sifatnya yang toksik akan mengikat hemoglobin darah 300 kali lebih kuat daripada oksigen, yang menyebabkan Anda cepat lelah, hingga menghambat persebaran oksigen di dalam tubuh. Terakhir, zat radikal seperti residu rokok yang menempel di sofa atau tembok. Residu ini dapat menyebabkan peradangan kronis dalam organ tubuh tertentu, seperti jantung atau paru-paru.

BACA JUGA: Bahas Pemanfaatan TIK, Kadis Kominfo Lamsel Ikuti Rakor Bersama Diskominfotik Provinsi Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA