Logo Saibumi

Limbah Medis Covid-19 Menumpuk, Ini Arahan Jokowi

Limbah Medis Covid-19 Menumpuk, Ini Arahan Jokowi

photo : ilustrasi

Saibumi.com (SMSI), Jakarta – Terkait limbah medis covid-19 yang menumpuk Presiden Jokowi sampaikan arahannya lewat rapat terbatas soal limbah B3 medis terkait COVID-19.

Dia ingin limbah itu diproses hingga tidak membahayakan, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, dalam keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (28/7/2021).

BACA JUGA: Limbah Medis COVID-19 Capai 18 Ribu Ton

"Jadi arahan Bapak Presiden tadi supaya semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis untuk menghancurkan limbah medis, yang infeksius harus kita selesaikan," kata Siti Nurbaya.

Diperkiraan hasil limbah medis COVID-19 per hari sebanyak 383 ton, kapasitas pengelolaan limbah B3 medis angkanya adalah 493 ton per hari. Masalahnya, fasilitas pengelolaan limbah B3 medis terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Untuk menghancurkan limbah medis, perlu fasilitas pengolahan yang mencukupi. Incenerator yang belum berizin yang dimiliki fasilitas pelayanan kesehatan kini boleh digunakan dengan relaksasi perizinan dari KLHK, asalkan syarat dipenuhi yakni dioperasikan 800 derajat Celcius dan pengoperasian diawasi Kementerina LHK. Itu semua demi pemusnahan limbah medis yang efektif.

Ada pula Rp 1,3 triliun dana yang diproyeksikan untuk mengolah limbah, itu bisa digunakan untuk membuat sarana-sarana termasuk incenerator.   360p geselecteerd als afspeelkwali

"Arahan Bapak Presiden akan diintensifkan lagi, yaitu kita akan bangun apakan insenerator atau shredder, itu untuk segera direalisasikan dan segera diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk dilaksanakan," kata Siti.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar pemerintah daerah memperhatikan limbah medis. Siti Nurbaya selaku Menteri LHK juga mengaku telah menyampaikan kepada pemerintah daerah sejak Maret lalu.

"Kita menegaskan bahwa limbah medis COVID-19 tidak boleh dibuang ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Kalau dibuang ke TPA bisa kena sanksi. Kami minta pemerintah daerah berhati-hati," pungkas Siti. (*)

BACA JUGA: Daerah Kehabisan Vaksin Covid-19, ini Jawaban Kemenkes



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong