Logo Saibumi

Ternyata Oli Ada Masa Kadaluarsanya? Ini Cara Cek Oli Mesin Motor Honda yang Benar Menurut Astra Motor Natar

Ternyata Oli Ada Masa Kadaluarsanya? Ini Cara Cek Oli Mesin Motor Honda yang Benar Menurut Astra Motor Natar

Saibumi.com(SMSI) Sebagai pelumas utama yang bertugas meredam gesekan dan mendinginkan suhu mesin, oli memegang peranan sangat vital bagi kinerja sepeda motor Honda. Sebagian besar pemilik kendaraan hanya berpatokan pada jarak tempuh (kilometer) ketika hendak melakukan penggantian pelumas. Padahal, sama halnya dengan bahan kimia lainnya, oli mesin sejatinya memiliki batas usia pakai serta penurunan kualitas (degradasi) seiring berjalannya waktu, meskipun kendaraan jarang digunakan atau hanya terparkir di dalam garasi.

Kepala Cabang Astra Motor Natar, Ardhiansyah Yoga, menjelaskan bahwa memahami masa berlaku oli serta panduan cara pengecekan yang tepat merupakan hal dasar yang wajib diketahui oleh setiap pemilik sepeda motor agar performa mesin tetap terjaga secara optimal.

"Banyak yang mengira oli di dalam mesin tidak akan rusak selama motor jarang dipakai dan kilometernya belum bertambah. Padahal, oli yang sudah dituangkan ke dalam mesin akan mengalami proses oksidasi karena berinteraksi langsung dengan udara dan kelembapan. Oleh karena itu, pengecekan kondisi oli secara rutin sangat penting untuk mencegah risiko kerusakan komponen internal mesin," ujar Ardhiansyah Yoga.

BACA JUGA: Sering Dikira Sama! Ini Alasan Part KW Bisa Bikin Motor Honda Rugi Banyak Menurut Astra Motor Natar

Masa kadaluarsa atau batas usia efektif oli mesin pada motor yang aktif digunakan umumnya berkisar antara 2.000 hingga 4.000 kilometer, atau maksimal dua hingga tiga bulan. Sementara itu, untuk sepeda motor yang sangat jarang digunakan, oli tetap disarankan untuk diganti setidaknya setiap enam bulan sekali. Oksidasi alami yang terjadi di dalam ruang mesin dapat mengubah kekentalan oli, menurunkan daya pelumasan, hingga membentuk endapan lumpur (sludge) yang berpotensi menyumbat saluran pelumasan vital.

Untuk memantau kondisi oli secara mandiri di rumah, langkah pengecekan dapat dilakukan dengan sangat mudah menggunakan tangkai pengukur oli (dipstick). Pengecekan sebaiknya dilakukan saat kondisi mesin dingin atau beberapa menit setelah mesin dimatikan dan diletakkan pada posisi standar dua (tengah). Pengendara cukup mencabut dipstick, menyapunya dengan kain bersih, lalu memasukkannya kembali tanpa diputar untuk melihat batas ketinggian serta warna pelumas. Jika volume oli berada di bawah garis minimal, atau warnanya sudah berubah menjadi hitam pekat dan terasa kasar saat diraba dengan jari, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa oli telah mengalami degradasi fungsi dan wajib segera diganti dengan oli resmi AHM Oil di bengkel resmi AHASS.

BACA JUGA: Sering Dikira Sama! Ini Alasan Part KW Bisa Bikin Motor Honda Rugi Banyak Menurut Astra Motor Natar

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA