Logo Saibumi

Fasilitas Siap Pakai, Dapur MBG di Sukabumi Lampung Tak Kunjung Beroprasi

Fasilitas Siap Pakai, Dapur MBG di Sukabumi Lampung Tak Kunjung Beroprasi

Foto Pantauan dapur MBG yang belum beroprasi sejak rampung dibangun/ Dok.Saibumi.com

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Sebuah bangunan yang dipersiapkan sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Pulau Belitung, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, hingga kini belum juga beroperasi meski pembangunannya telah rampung sejak awal 2026.

 

Pantauan Saibumi.com di lokasi, bangunan tersebut dalam kondisi tertutup rapat dan ditumbuhi rumput liar. Saat awak media memanggil dari luar pagar untuk memastikan ada aktivitas di dalam, tidak ada respons maupun tanda-tanda kegiatan di bangunan tersebut.

BACA JUGA: Sejumlah Titik PJU Dipantau, Dishub Bandar Lampung Kerahkan Tim Patroli Malam

 

Warga sekitar menyebut dapur MBG itu belum pernah digunakan sejak proses pembangunannya selesai. Padahal, seluruh fasilitas penunjang diklaim telah tersedia.

 

Sulaiman, warga yang mengaku telah tinggal di kawasan tersebut sejak lama, mengatakan perlengkapan di dalam bangunan sudah lengkap dan siap digunakan.

 

"Di dalam itu sudah lengkap. Kompor, listrik, internet, sampai kendaraan operasional sudah ada. Tinggal jalan saja sebenarnya," ujar Sulaiman, saat diwawancarai Jumat, (24/7/2026).

 

Menurutnya, dapur tersebut bahkan telah memiliki dua unit kendaraan operasional yang disiapkan untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat Program MBG.

 

"Mobilnya juga sudah ada dua unit. Semua perlengkapan sudah siap. Warga juga heran kenapa belum beroperasi sampai sekarang," katanya.

 

Ia menambahkan, puluhan warga sekitar sempat mendaftarkan diri untuk bekerja di dapur tersebut. Namun, hingga kini proses rekrutmen tidak pernah berlanjut.

 

"Orang sini sempat berharap bisa bekerja di situ. Tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi. Sayang sekali kalau bangunan dan fasilitas yang sudah lengkap ini akhirnya terbengkalai," tuturnya.

 

Meski dapur tersebut belum beroperasi, namun sejumlah penerima manfaat di kawasan itu tetap memperoleh makan bergizi, yang didistribusikan dari dapur lain yang aktif di wilayah tersebut.

Hal senada disampaikan Alwi, warga sekitar mengungkapkan masyarakat sempat antusias menyambut keberadaan dapur MBG tersebut, termasuk istrinya telah menyerahkan berkas lamaran kerja saat proses perekrutan dibuka.

 

"Dari pertama selesai dibangun, belum pernah beroperasi. Waktu itu sempat ada pendaftaran untuk warga sekitar. Banyak yang daftar, puluhan orang, termasuk istri saya. Tapi setelah itu tidak ada kabar lagi," tuturnya.

 

Menurut Alwi, pembangunan bangunan tersebut telah selesai sekitar Januari hingga Februari 2026. Seluruh fasilitas pendukung, termasuk sumur bor dan jaringan listrik, juga telah tersedia.

 

"Kalau selesainya sudah lama, sekitar Januari atau Februari 2026. Yang terakhir tinggal sumur bor, habis Lebaran juga sudah selesai. Tapi sampai sekarang belum buka juga," lanjutnya.

 

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab dapur tersebut belum dioperasikan. Meski demikian, sesekali masih ada orang yang datang untuk menjaga bangunan.

 

"Kadang masih ada yang datang, keluar masuk. Tapi bukan orang sini. Kami juga enggak tahu kendalanya apa, apakah ada masalah administrasi atau yang lain," ucapnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung, Achmad Hery Setiawan, menyatakan dapur tersebut tidak tercatat dalam sistem Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Menurut Hery, pihaknya tidak pernah menerima informasi dari BGN Pusat mengenai keberadaan maupun identitas (ID) resmi dapur MBG tersebut.

 

"Yang jelas, kami tidak mengetahui bagaimana sejarah berdirinya dapur itu. Dari sisi BGN, kami tidak pernah mendapatkan informasi dari BGN Pusat bahwa ID dapur tersebut ada," kata Hery saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

 

Karena tidak terdaftar dalam sistem BGN, lanjut Hery, KPPG Bandar Lampung tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan proses pembangunan maupun rencana operasional bangunan tersebut.

 

"Jadi, itu bukan wewenang kami untuk menjelaskan bagaimana prosesnya, kemudian apa yang akan dilakukan ke depan. Karena kami menganggap itu bukan bagian dari ID BGN," ujarnya.

 

Hery menduga terdapat kemungkinan pihak yang membangun dapur tersebut menjadi korban dugaan penipuan. Namun, ia menegaskan hal itu masih sebatas dugaan dan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat yang berwenang.

 

"Kemungkinan, bisa jadi pihak yang membangun menjadi korban penipuan. Namun, untuk memastikan hal itu tentu perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak yang berwenang," katanya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat, calon mitra, maupun pelaku usaha agar lebih berhati-hati sebelum menginvestasikan dana untuk pembangunan dapur MBG.

 

"Ini juga menjadi peringatan bersama bagi para mitra, pengusaha, maupun masyarakat luas agar berhati-hati terhadap modus seperti ini. Jangan pernah membangun dapur MBG sebelum memiliki ID resmi dari BGN Pusat," tegas Hery.

 

BACA JUGA: Sejumlah Titik PJU Dipantau, Dishub Bandar Lampung Kerahkan Tim Patroli Malam

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA