Logo Saibumi

Waspada V-Belt Putus di Jalan! Ini Tanda Perlu Diganti Menurut Astra Motor Natar

Waspada V-Belt Putus di Jalan! Ini Tanda Perlu Diganti Menurut Astra Motor Natar

Saibumi.com(SMSI) Sebagai komponen utama yang berfungsi meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang pada sepeda motor matic, peran V-belt sangatlah vital. Berbeda dengan rantai pada motor bebek atau sport yang posisinya terlihat dari luar, V-belt tersembunyi rapi di dalam komponen Continuously Variable Transmission (CVT). Kondisi yang tertutup ini sering kali membuat pemilik kendaraan luput memperhatikan kelayakan dan usia pakai komponen berbahan karet khusus tersebut.

Padahal, jika V-belt mengalai keausan hingga putus saat kendaraan melaju di jalan raya, sepeda motor dipastikan akan langsung kehilangan tenaga dan mogok mendadak. Kondisi ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara apabila terjadi di tengah arus lalu lintas yang padat.

Kepala Cabang Astra Motor Natar, Ardhiansyah Yoga, menjelaskan bahwa meski letaknya tersembunyi, komponen V-belt yang mulai melemah atau mengikis sebenarnya selalu memberikan sinyal awal berupa perubahan pada performa motor yang bisa dirasakan langsung oleh pengendaranya.

BACA JUGA: Mengenal Fungsi Indikator ECO pada Motor Honda, Ini Cara Memanfaatkannya Menurut Astra Motor Natar

"V-belt yang putus di jalan umumnya disebabkan oleh kondisi komponen yang sudah aus namun terus dipaksa beroperasi. Oleh karena itu, penting bagi pengguna motor matic untuk peka terhadap perubahan rasa saat berkendara. Mengenali tanda-tanda awal V-belt yang mulai menipis bisa mencegah risiko mogok dan kerusakan yang lebih parah pada komponen CVT lainnya," ujar Ardhiansyah Yoga.

Tanda paling awal yang sering dirasakan pengendara saat V-belt mulai menipis adalah timbulnya getaran atau rasa "geredeg" berlebih dari area CVT saat tuas gas pertama kali diputar dari posisi berhenti. Sensasi getar ini muncul akibat permukaan karet V-belt yang sudah tidak presisi saat mencengkeram dinding puli. Seiring berjalannya waktu, keluhan ini biasanya disertai dengan tarikan motor yang terasa berat, seperti slip atau kehilangan tenaga, terutama saat kendaraan digunakan untuk menanjak maupun membawa beban berat.

Selain perubahan pada akselerasi, gejala kelayakan V-belt yang mulai menurun juga dapat dikenali lewat munculnya suara bising atau decitan tidak wajar dari dalam blok CVT saat motor berjalan. Dari segi teknis, penipisan V-belt juga membuat laju motor terasa tertahan sehingga kecepatan maksimal (top speed) kendaraan tidak lagi seoptimal biasanya meski putaran mesin sudah tinggi.

Secara fisik, V-belt yang sudah menginjak batas usia pakai biasanya menunjukkan gejala pecah-pecah atau retak halus pada bagian lekukan karetnya, serta lebarnya yang tampak lebih pipih dibanding ukuran standar. Oleh sebab itu, selain peka terhadap penurunan performa saat berkendara, pemeriksaan rutin kondisi fisik komponen CVT secara berkala pada jarak tempuh tertentu menjadi langkah paling efektif untuk memastikan V-belt tetap aman dan layak digunakan di jalan raya.

BACA JUGA: Mengenal Fungsi Indikator ECO pada Motor Honda, Ini Cara Memanfaatkannya Menurut Astra Motor Natar

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA