Logo Saibumi

Mendag Nilai Program MBG Bantu Stabilkan Harga Telur dan Komoditas Pangan

Mendag Nilai Program MBG Bantu Stabilkan Harga Telur dan Komoditas Pangan

Foto Ist

Saibumi.com(SMSI), Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan penting menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran komoditas pangan. 

 

Program tersebut dinilai mampu menciptakan kepastian pasar bagi produsen sekaligus membantu menjaga stabilitas harga.

BACA JUGA: Penerima MBG Berpotensi Dikurangi, Menkeu Tegaskan Bukan Pemangkasan Anggaran

 

Menurut Budi, adanya permintaan yang konsisten dari Program MBG membuat produsen memiliki kepastian dalam menyalurkan hasil produksinya. 

 

Kondisi ini dinilai mampu mengurangi gejolak harga yang selama ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan.

 

Ia mencontohkan komoditas telur ayam yang sebelumnya sempat dijual sekitar Rp26.000 per kilogram atau berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp30.000 per kilogram. Saat ini, harga telur mulai bergerak ke kisaran Rp28.000 per kilogram yang dinilai lebih ideal bagi produsen maupun konsumen.

 

"Harga yang terlalu rendah membuat produsen merugi dan berpotensi mengurangi produksi. Kalau produksi turun, pasokan berkurang dan harga justru bisa melonjak. Sekarang harga sekitar Rp28.000 sudah lebih baik karena menjadi titik temu antara kepentingan produsen dan konsumen," ujar Budi Santoso, dilansir Beritasatu.com, Kamis (23/7/2026).

 

Budi menjelaskan, membaiknya harga telur tidak terlepas dari meningkatnya penyerapan setelah Program MBG kembali berjalan. 

 

Dengan adanya permintaan yang lebih pasti, peternak memiliki kepastian pasar sehingga dapat menyesuaikan produksi dengan kebutuhan.

 

Sebelum adanya kepastian permintaan, lanjutnya, produsen kerap menghadapi ketidakpastian pasar. Ketika produksi melimpah namun permintaan rendah, harga cenderung turun. Sebaliknya, jika produksi menurun sementara permintaan meningkat, harga berpotensi melonjak.

 

"Dengan adanya MBG, permintaan terus ada sehingga produksi bisa mengikuti kebutuhan. Program ini menjadi penyeimbang antara permintaan dan penawaran, sehingga ekosistem pangan berjalan lebih baik," jelasnya.

 

Selain memberikan kepastian pasar bagi peternak, Budi mengatakan Program MBG turut menjaga keseimbangan rantai pasok pangan secara menyeluruh. 

 

Manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan sektor peternakan, tetapi juga sektor pertanian serta berbagai pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

 

BACA JUGA: Penerima MBG Berpotensi Dikurangi, Menkeu Tegaskan Bukan Pemangkasan Anggaran

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA