Logo Saibumi

Sambut Kedatangan Prabowo, Mahasiswa LMND Lampung Gelar Aksi Jahit Mulut di Tugu Adipura

Sambut Kedatangan Prabowo, Mahasiswa LMND Lampung Gelar Aksi Jahit Mulut di Tugu Adipura

Foto Dok.Saibumi.com/ Aksi Jahit Mulut (LMND) di Tugu Adipura

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Provinsi Lampung.

 

Aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk protes terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat. 

BACA JUGA: Polda Lampung Kerahkan 686 Personel Amankan Kunjungan Presiden Prabowo ke Lampung

 

Dalam aksi itu, tiga orang mahasiswa melakukan aksi simbolik menjahit mulut sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah yang dianggap tidak mendengar suara rakyat.

 

Dari pantauan di lokasi, para demonstran membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan, "Rakyat Menjerit, Waktunya Pajakin Orang Kaya", "Rakyat Menjerit, Nilai Rupiah Melejit", serta "Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis".

 

Aksi digelar bertepatan dengan kehadiran Presiden Prabowo di Lampung untuk menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, yang berlangsung di Hotel Novotel Bandar Lampung.

 

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga tingginya biaya pendidikan tinggi yang dinilai semakin sulit dijangkau oleh kalangan masyarakat dan generasi muda.

 

Koordinator Lapangan Aksi LMND Lampung, Josua Sitorus, menilai kehadiran Presiden dalam forum para pengusaha di tengah berbagai persoalan ekonomi rakyat menunjukkan kurangnya empati pemerintah terhadap kondisi masyarakat.

 

"Kedatangan presiden ke Lampung untuk bersukaria bersama para pengusaha jelas tidak menunjukkan empati terhadap kondisi rakyat hari ini. Saat rupiah melemah terhadap dolar, anak muda mengalami ketidakpastian hidup, buruh semakin banyak kehilangan penghidupan, dan banyak penderitaan rakyat yang tidak cukup disebutkan satu per satu. Presiden Prabowo justru berpesta ria bersama para pengusaha. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat yang paling nyata," ujar Josua dalam orasinya, Rabu (10/6/2026).

 

Menurut Josua, aksi jahit mulut yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk pernyataan politik dan simbol perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai pembungkaman aspirasi rakyat.

 

"Aksi jahit mulut adalah pernyataan politik LMND yang konkret. Mulut yang dijahit merupakan simbol pembungkaman rakyat yang lazim dilakukan rezim. Ini menggambarkan rakyat yang sudah berulang kali menyampaikan keluhan, menyerahkan aspirasi, dan menyuarakan tuntutan, tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang nyata dari pemerintah," tambahnya.

 

Selain menyampaikan kritik terhadap kondisi ekonomi, para mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam memperluas lapangan pekerjaan, menekan angka PHK, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih terjangkau bagi seluruh masyarakat.

 

Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan Bundaran Tugu Adipura. Hingga aksi berakhir, kegiatan berjalan tertib dan kondusif. 

BACA JUGA: Polda Lampung Kerahkan 686 Personel Amankan Kunjungan Presiden Prabowo ke Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA