Foto Ilustrasi
Saibumi.com(SMSI), Jakarta– Ribuan siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Duren Seribu, Kota Depok, terancam tidak mendapatkan layanan makanan bergizi apabila pencairan anggaran untuk sejumlah dapur MBG kembali mengalami keterlambatan.
Tiga dari tujuh dapur MBG diketahui belum menerima pembayaran operasional. Meski demikian, kegiatan distribusi makanan bergizi masih tetap berjalan karena beberapa dapur masih memiliki sisa anggaran.
BACA JUGA: Publik Pertanyakan Bustami Zainudin anggota DPD atau anggota Partai PSI.
Ketua yayasan penyalur MBG, Ade Helmi, mengatakan seluruh dapur MBG tetap beroperasi sesuai arahan dari pemerintah pusat selama dana operasional masih tersedia.
"MBG sesuai dengan arahan dari pimpinan pusat. Jadi memang anggaran yang masih ada tetap dijalankan sampai anggaran itu sendiri habis. Nanti sesuai informasi, hari Senin sampai Rabu sudah bisa dicairkan kembali," ujar Ade dilansir dari Beritasatu.com.
Menurutnya, dapur MBG yang dikelolanya di wilayah Duster 5 diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga Selasa karena masih memiliki sisa dana operasional.
Setelah itu, keberlangsungan layanan sangat bergantung pada pencairan anggaran dari pemerintah pusat.
Ade menjelaskan, apabila dana belum juga diterima hingga batas waktu tersebut, pihak pengelola terpaksa menghentikan sementara operasional dapur sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau memang belum cair ya sesuai dengan aturan saja. Kita akan off-kan sementara sampai nanti anggaran itu sendiri berjalan lagi atau anggaran itu sudah masuk lagi baru kita jalankan lagi," tambahnya.
Ia menambahkan, penghentian sementara operasional dapur berpotensi mengganggu distribusi makanan bergizi kepada ribuan siswa yang selama ini menjadi penerima manfaat Program MBG.
Meski demikian, Ade memastikan keterlambatan pencairan anggaran kali ini merupakan yang pertama terjadi sejak program MBG dijalankan. Sebelumnya, proses pembayaran maupun operasional dapur berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dari tujuh dapur MBG yang berada di bawah pengelolaannya, hingga Senin sore baru empat dapur yang telah menerima pencairan dana operasional. Sementara tiga dapur lainnya masih menunggu proses pembayaran dari pemerintah pusat.
"Dari tujuh dapur yang sudah kita jalankan, sampai sore ini empat dapur sudah dibayar. Insyaallah Selasa atau Rabu yang lainnya bisa masuk. Jadi keterlambatan ini tidak menghentikan operasional MBG yang ada," tutup Ade.
Pihak pengelola berharap pencairan anggaran dapat segera terealisasi agar seluruh dapur MBG kembali memiliki kepastian operasional dan layanan pemenuhan gizi bagi para siswa dapat berjalan tanpa gangguan.
BACA JUGA: Publik Pertanyakan Bustami Zainudin anggota DPD atau anggota Partai PSI.
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 46
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
BERLANGGANAN BERITA