Logo Saibumi

Kapolresta Bandar Lampung Tekankan Buddy System Saat Hadapi Pelaku Kejahatan

Kapolresta Bandar Lampung Tekankan Buddy System Saat Hadapi Pelaku Kejahatan

Foto | Dok.Saibumi.com | Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay meminta seluruh personelnya untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan, khususnya pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap menggunakan senjata api.

 

Arahan tersebut disampaikan saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Senin (18/5/2026).

BACA JUGA: Panik Dikejar Polisi, Terduga Pencuri Kopi Kabur Tinggalkan Motor di Lampung

 

Menurut Kombes Alfret, keselamatan masyarakat dan anggota kepolisian harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, anggota diminta bertindak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku ketika menghadapi situasi yang membahayakan.

 

“Jangan pernah ragu. Tindak tegas secara terukur, itu yang harus kita pedomani. Kalau memang itu membahayakan dan sesuai aturan, sepanjang diperlukan untuk keselamatan masyarakat dan petugas, maka jangan ragu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan,” ujar Kombes Alfret.

 

Ia menjelaskan arahan tersebut juga sejalan dengan perintah Kapolda Lampung agar seluruh personel bertindak tegas sesuai aturan ketika menghadapi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan.

 

Kapolresta menegaskan anggota kepolisian dalam menjalankan tugas dilindungi oleh undang-undang, sehingga personel tidak perlu takut mengambil langkah tegas selama tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur.

 

“Kita sudah sama-sama tahu, hampir di setiap kejadian curanmor itu menggunakan senjata api. Sepanjang itu diperlukan dan sesuai aturan, lakukan tindakan tegas,” tambahnya.

 

Selain itu, Alfret juga mengingatkan pentingnya penerapan buddy system dalam pelaksanaan patroli maupun tugas lapangan. Ia meminta personel tidak bertindak sendiri saat menghadapi pelaku kejahatan guna meminimalkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan petugas.

 

“Buddy system harus dipedomani. Jangan sendirian menghadapi pelaku kejahatan. Selain menjaga keselamatan diri sendiri, kita juga harus menjaga keselamatan rekan kita,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Alfret turut menyinggung insiden gugurnya seorang anggota kepolisian saat menjalankan tugas pada 9 Mei lalu. 

 

Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan, baik secara organisasi maupun individu.

 

“Tentu kita masih ingat, tanggal 9 Mei kemarin ada satu insiden, di mana anggota kita gugur karena melaksanakan tugas. Ini menjadi pengingat bahwa kita harus terus meningkatkan kemampuan, sehingga kita bisa mengamankan kegiatan sekaligus mengamankan diri sendiri,” pungkasnya.

 

BACA JUGA: Panik Dikejar Polisi, Terduga Pencuri Kopi Kabur Tinggalkan Motor di Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA