Logo Saibumi

Lonceng kematian !! Kadin Gandeng Investor China untuk penuhi Telor MBG, UMKM Peternak Ayam Petelur Terancam Gulung Tikar.

Lonceng kematian !! Kadin Gandeng Investor China untuk penuhi Telor MBG, UMKM Peternak Ayam Petelur Terancam Gulung Tikar.

Saibumi.com( SMSI ) Rencana Kamar Dagang dan Industri Indonesia menggandeng investor asal China di sektor peternakan unggas memicu gelombang penolakan dari peternak rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Bukan tanpa alasan. Para peternak kecil dan menengah menilai langkah ini bisa menjadi “lonceng kematian” bagi usaha mereka yang selama ini sudah terhimpit biaya produksi tinggi dan harga telur yang tak stabil.

“Ini bukan lagi soal persaingan, tapi soal bertahan hidup. Kalau investor besar masuk tanpa aturan jelas, kami bisa habis,” tegas perwakilan peternak.

BACA JUGA: KPK Dalami Peran Biro Travel dalam Kasus Kuota Haji, Dua Petinggi Diperiksa

Saat ini saja, peternak rakyat mengaku sudah tertekan. Harga telur kerap jatuh di tingkat kandang, sementara harga pakan, DOC (anak ayam), hingga obat-obatan terus meroket. Kondisi ini membuat banyak peternak berada di ujung tanduk.

Namun di sisi lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, justru melihat peluang besar dari kerja sama tersebut. Ia menyebut keterlibatan investor China bisa menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kita butuh inovasi dan terobosan baru, termasuk dari mitra luar negeri,” ujarnya dalam pernyataan beberapa waktu lalu.

Kadin juga menyoroti besarnya kebutuhan telur nasional, terutama untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut bisa mencapai ratusan juta butir setiap bulan. Angka ini dinilai membutuhkan dukungan investasi besar dan efisiensi produksi.

Di sinilah benturan terjadi.

Peternak rakyat menilai, alasan tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran untuk membuka kran investasi tanpa batas. Mereka khawatir, alih-alih memperkuat pangan nasional, kebijakan ini justru akan membuat sektor strategis dikuasai korporasi besar.

“Jangan sampai kami jadi penonton di negeri sendiri,” kata salah satu peternak dari blitar dengan nada kecewa.

Para peternak pun mendesak pemerintah untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta perlindungan nyata—mulai dari stabilisasi harga, subsidi pakan, hingga pembatasan dominasi investor asing di sektor peternakan.

Jika tidak, mereka memperingatkan, dampaknya bukan hanya pada pelaku usaha kecil, tetapi juga pada masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Isu ini kini menjadi sorotan. Di satu sisi, investasi dianggap sebagai solusi. Di sisi lain, peternak rakyat merasa terancam tersingkir.

Keluh kesah ini sudah menjadi persoalan peternak rakyat di seluruh Indonesia saat ini. Ucap. Donny Irawan peternak rakyat ( UMKM ) dari lampung. 

Hal ini juga di sampaikan oleh ketua Pinsar Petelur Nasional wilayah lampung Jenny Soelistiani agar pemerintah, DPR, KADIN duduk bareng bersama para asosiasi peternak ayam petelur sebelum mengambil langkah atau kebijakan agar tidak menjadi masalah baru bagi peternak rakyat yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan dari sektor peternakan ayam petelur. Ucapnya.

BACA JUGA: KPK Dalami Peran Biro Travel dalam Kasus Kuota Haji, Dua Petinggi Diperiksa

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA