Logo Saibumi

Hindari Pemberitaan Tendensius, Ketua SMSI Lampung Ingatkan SOP Jurnalistik

Hindari Pemberitaan Tendensius, Ketua SMSI Lampung Ingatkan SOP Jurnalistik

Ketua SMSI Provinsi Lampung, Donny Irawan SE.

Saibumi.com(SMSI), Bandarlampung- Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung, Donny Irawan SE, mengingatkan seluruh anggota SMSI, maupun insan pers untuk menjalankan tugas sesuai dengan SOP jurnalistik.

 

Dirinya menyoroti praktik pemberitaan tendensius, yang kerap digunakan sebagai alat penekanan atau pemerasan terhadap narasumber.

BACA JUGA: Terjaring OTT, Bupati Lamteng Tersenyum saat Tiba di Gedung KPK

 

Saat diwawancari, Donny menyampaikan dirinya sering mendapatkan laporan baik yang dirasakan langsung maupun yang didengar, ada orang-orang yang menggunakan gaya jurnalis, namun memiliki motif mencari keuntungan pribadi dengan cara menekan perusahaan, pejabat, maupun instansi.

 

"Banyak sekali sekarang wartawan melakukan tugas fungsinya tidak sesuai SOP. Terkesan dengan gaya jurnalis, tetapi tendensinya melakukan pemerasan. Modelnya memberitakan perusahaan atau pejabat, yang arahnya selalu bicara soal mana 'bagian' dia," tegas Donny, Kamis (11/12/2025).

 

Donny juga menjelaskan, modus yang kerap terjadi adalah oknum wartawan mengirimkan draf atau link berita yang berisi kesalahan-kesalahan pihak terkait, seperti isu limbah, gaji karyawan, atau perizinan, yang kemudian menunggu respon berupa tawaran uang atau kemitraan.

 

"Jangan menuntut sesuatu dengan dalih tekanan. Kirim berita, lalu bilang 'Saya tunggu sampai jam 5 sore', apa maksudnya hal-hal begitu?, tuturnya.

 

Selaku Ketua SMSI Lampung, Donny juga menyampaikan adanya ironi ketika oknum wartawan menuntut perusahaan lain soal standar gaji atau kesejahteraan, sementara perusahaan media tempat oknum tersebut bernaung belum tentu mampu menghidupi wartawannya secara layak tanpa subsidi.

 

"Kita harus sadar, di lembaga tempat dia bernaung saja apakah pimpinannya bisa menghidupi dia sepenuhnya? Kita tidak disubsidi pemerintah seperti BPJS. Jadi, jangan mencari-cari kesalahan orang lain sementara kondisi internal sendiri belum tentu ideal," ujarnya.

 

Menyikapi hal ini, Donny Irawan mengimbau seluruh anggota SMSI maupun wartawan yang tergabung dalam asosiasi lain, untuk tetap di jalur jurnalisme yang benar, yakni menyuarakan kepentingan rakyat agar pemerintah mengetahui apa yang harus dikerjakan.

 

"Jika ada perusahaan, instansi, atau pejabat yang merasa ditekan dengan berita tendensius yang ujung-ujungnya meminta sesuatu, jangan sungkan untuk melaporkan ke aparat penegak hukum. Perusahaan bisa bertahan hidup dan tidak mem-PHK karyawan disituasi ekonomi saat ini saja sudah bagus, jangan diganggu dengan cara mencari-cari kesalahan," tegas Donny.

 

Donny meminta untuk tidak melakukan penulisan yang menekan atau pemberitaan yang menyimpang, demi memperoleh keuntungan dari berita yang ditulis.

 

"Marilah menyoroti hal-hal penting agar pemerintah terbuka matanya, mengenai apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus diawasi. Itulah yang paling penting," pungkasnya.*

 

BACA JUGA: Terjaring OTT, Bupati Lamteng Tersenyum saat Tiba di Gedung KPK

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA