Logo Saibumi

Alasan Jangan Matikan Motor Matic Saat di Turunan

Alasan Jangan Matikan Motor Matic Saat di Turunan

Saibumi.com, Bandar Lampung - Banyak pengendara motor matic yang berpikir mematikan mesin saat menuruni turunan bisa menghemat bahan bakar. Padahal, kebiasaan ini justru berbahaya dan bisa merugikanmu.

 

Bukan hanya soal keamanan, tapi tindakan tersebut juga dapat memengaruhi mesin motor. 

BACA JUGA: Jangan Lupa! Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Oli Gardan Motor

 

Kenapa jangan matikan motor matic saat di turunan?

 

Ada beberapa alasan kenapa sebaiknya tidak mematikan motor matik saat melewati turunan. Hal ini perlu dimengerti karena bahayanya cukup fatal jika diabaikan.

 

1. Kamu kehilangan kendali rem dan steering

Saat mesin mati, beberapa sistem jadi kurang optimal. Rem hidrolik bisa kehilangan tekanan dan jika motor dilengkapi power steering (misalnya pada roda tiga), tenaganya berkurang drastis. Akibatnya, pengereman jadi tidak maksimal sehingga kamu berpotensi kehilangan stabilitas saat menurun.

 

2. Engine braking hilang

Motor matic memang tidak punya gigi rendah seperti motor manual, tapi tetap ada engine brake yang berfungsi ketika mesin menyala. Nah, jika mematikan mesin, motor sepenuhnya bergantung pada rem. Rem yang dipaksa terus-menerus bekerja bisa cepat panas dan aus sehingga gagal berfungsi.

 

3. Aliran pelumas berhenti

Mesin yang mati tidak lagi mengalirkan oli ke komponen internal. Alhasil, CVT, silinder, dan komponen lain jadi tidak terlumasi dengan baik. Kalau kebiasaan ini dilakukan terlalu sering, risiko kerusakan mesin akan meningkat.

 

4. Bisa sulit menghidupkan mesin kembali

Di turunan, menyalakan motor mati bisa lebih sulit, apalagi kalau kondisi aki sudah lemah. Kalau motor tiba-tiba mogok di turunan, kamu bisa kehilangan kendali.

 

5. Tidak benar-benar irit bahan bakar

Banyak yang berpikir mematikan mesin bisa hemat bensin. Padahal motor injeksi modern sudah hemat saat idle atau ketika gas ditutup di turunan. Jadi, hasilnya bukan hemat, malah bikin risiko lebih besar.

 

6. Risiko kecelakaan meningkat

Dengan mesin mati, kamu berpotensi kehilangan banyak aspek kontrol kendaraan. Kalau ada kondisi darurat, misalnya harus menghindar atau mengerem mendadak, motor tidak bisa merespons secepat saat mesin hidup.(SB05)

BACA JUGA: Jangan Lupa! Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Oli Gardan Motor

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA