Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Tim mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) mengembangkan sebuah inovasi bernama SIPANDU (Sistem Penyaluran Bantuan Terpadu), yang bertujuan merevolusi cara penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Salah satu anggota tim, Zahwa Namira Ajani, menjelaskan bahwa proses seleksi PKM-VGK yang mereka jalani dimulai dari tahap seleksi internal kampus. Pada tahap ini, tim menyusun proposal berisi ide gagasan dan mengajukannya ke pihak universitas. “Dari situ, kampus menyeleksi proposal terbaik untuk dikirim ke tahap nasional,” ujar Zahwa.
Setelah lolos di tingkat universitas, proposal mereka diunggah ke SIMBELMAWA dan dinilai oleh reviewer dari Diktiristek. Menurut Zahwa, penilaian berfokus pada orisinalitas ide, kreativitas penyampaian, serta kelayakan gagasan dalam menyelesaikan masalah bangsa.
“Kalau berhasil lolos di tingkat nasional, tim kami diumumkan sebagai penerima dana insentif. Setelah itu baru kami masuk tahap produksi video, mengembangkan ide dari proposal jadi bentuk visual yang menarik dan bisa memberi pesan positif ke masyarakat,” tambahnya.
BACA JUGA: Peringati Hari Sumpah Pemuda, TP Sriwijaya Lampung Gelar FGD
Lebih lanjut, Zahwa menjelaskan manfaat utama SIPANDU. “Dari sisi akurasi dan ketepatan sasaran, SIPANDU membantu memastikan bansos benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Sistem ini mengandalkan data valid seperti dari DTKS atau Dukcapil untuk memverifikasi penerima,” jelasnya. Dengan cara ini, kesalahan data dan penerima ganda bisa diminimalkan sehingga alokasi anggaran lebih adil.
Selain itu, dari aspek transparansi dan akuntabilitas, SIPANDU menekan peluang terjadinya penyimpangan seperti pungutan liar atau penyaluran fiktif. “Setiap aliran dana tercatat dan bisa dilacak. Bahkan ada fitur pelaporan real-time sehingga masyarakat bisa langsung melapor jika ada kejanggalan,” terang Zahwa.
Tak hanya itu, SIPANDU juga menawarkan efisiensi sistem dengan mengintegrasikan data dari berbagai lembaga seperti Kemensos, Kemendagri, hingga bank penyalur. Integrasi ini mempercepat proses penyaluran bansos sekaligus memudahkan pemerintah dalam memantau progres secara langsung melalui dasbor pemantauan.
“Secara keseluruhan, SIPANDU hadir sebagai solusi untuk menciptakan sistem bansos yang lebih presisi, transparan, dan terpadu—membawa perubahan nyata menuju penyaluran bantuan yang adil dan bisa dipercaya,” tutup Zahwa.
BACA JUGA: Peringati Hari Sumpah Pemuda, TP Sriwijaya Lampung Gelar FGD
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 640
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 292
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 196
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 185
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 20
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 16
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 15
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 13
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 11
BERLANGGANAN BERITA