Sejumlah penumpang pesawat mengantri di counter check-in di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, (Foto: Hanung Hambara/Jawa Pos)
Saibumi.com (SMSI), Jakarta – Pemerintah dinilai perlu memaksimalkan momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sebagai ajang untuk menggerakkan konsumsi masyarakat agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada akhir tahun dapat tercapai.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menjelaskan, periode akhir tahun biasanya menjadi pendorong alami aktivitas ekonomi karena meningkatnya belanja, mobilitas, serta kegiatan wisata masyarakat.
Menurut Eko, momen liburan dan perjalanan antarkota berpotensi mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, seperti transportasi, perdagangan, hingga pariwisata. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah memastikan seluruh faktor pendukung berjalan optimal, termasuk ketersediaan bahan bakar dan kelancaran infrastruktur transportasi.
“Kemacetan panjang atau gangguan distribusi logistik bisa menghambat aktivitas ekonomi yang justru sedang meningkat di periode ini. Jadi, pastikan mudik lancar, BBM tersedia, dan jalan tidak macet. Hal-hal sederhana ini punya dampak besar terhadap ekonomi,” ujar Eko di kantor B-Universe, PIK 2, Senin (20/10/2025), dikutip dari beritasatu.com
Eko menambahkan, selain kelancaran mobilitas, stabilitas harga juga berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah diminta menjaga kestabilan harga bahan pokok dan energi agar kepercayaan konsumen tetap terjaga dan masyarakat terdorong untuk berbelanja menjelang akhir tahun.
Ia juga menekankan perlunya pengawasan terhadap pungutan liar dan biaya tambahan yang kerap muncul saat musim ramai. Menurutnya, hal tersebut dapat membebani pelaku usaha dan menurunkan efisiensi ekonomi.
“Tidak hanya saat Nataru, ke depan kita berharap iklim usaha di Indonesia bisa semakin murah dan mudah. Kalau itu bisa diwujudkan, pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Eko mengingatkan pemerintah agar mempercepat penyerapan anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menilai dana yang masih belum terserap perlu segera direalisasikan agar dampak ekonominya dapat dirasakan secara luas menjelang pergantian tahun.
“Percepatan realisasi belanja pemerintah dapat menjadi faktor penting untuk menambah dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (GA)
BACA JUGA: Imigrasi Lampung Hadir Cegah PMI Non-Prosedural dari Pelayanan ke Perlindungan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 297
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 238
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 40
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 32
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
BERLANGGANAN BERITA