Logo Saibumi

Kasus Kematian Mahasiswa Unud Timothy Masih Diselidiki, Polisi Periksa 19 Saksi

Kasus Kematian Mahasiswa Unud Timothy Masih Diselidiki, Polisi Periksa 19 Saksi

Sumber Foto: Facebook/Dewata Terkini

Saibumi.com (SMSI), Denpasar – Misteri kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Timothy Anugerah Saputra (22), masih menjadi sorotan publik. Mahasiswa asal Bandung itu ditemukan tewas di depan pintu masuk Gedung Fisip pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.

Isu yang beredar di media sosial menyebutkan, Timothy diduga meninggal setelah terjatuh dari lantai empat gedung kampus akibat perundungan teman-temannya. Dugaan tersebut muncul setelah beredar tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang tersebar luas.

Kasus ini kini ditangani Polsek Denpasar Barat. Meski keluarga, terutama ibu korban, disebut meminta agar penyelidikan tidak dilanjutkan, pihak kepolisian menegaskan akan tetap mencari tahu penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 19 orang saksi yang terdiri dari dosen, rekan kuliah, petugas keamanan kampus, hingga orang tua korban.

“Sudah ada 19 saksi yang kami mintai keterangan, mulai dari dosen, teman kuliah, hingga satpam kampus. Ibu korban belum mau bertemu, tapi ayah korban sudah memberikan keterangan,” ujar Kompol Laksmi, Senin (20/10/2025), dikutip dari beritasatu.com

Dari hasil penyelidikan, sejumlah saksi melihat Timothy sempat berjalan menuju lantai empat gedung, lalu melepaskan sepatu dan tasnya sebelum kejadian. Namun, proses investigasi terkendala karena kamera pengawas (CCTV) di lantai empat dalam kondisi rusak, sehingga tidak merekam peristiwa tersebut.

“Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, korban datang sendiri ke lokasi. Ada yang melihat dia duduk di area balkon tempat sepatu dan tasnya ditemukan. Tidak ada saksi yang melihat langsung korban jatuh, tapi kemungkinan dia naik ke balkon sebelum terjatuh,” jelas Kompol Laksmi.

Pihak kepolisian juga menyebut dugaan perundungan terhadap korban masih sangat lemah.

“Teman-temannya menyebut korban dikenal cerdas, berprinsip, dan disegani. Jadi kecil kemungkinan dia menjadi korban bullying. Isu itu justru muncul setelah korban meninggal,” tambahnya.

Polisi kini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian Timothy, sementara pihak kampus dan keluarga diimbau untuk bersikap terbuka dalam proses penyelidikan. (GA)

BACA JUGA: UMKM Raih Transaksi Rp7,8 Triliun di TEI 2025, Kemendag Siapkan Program Pendampingan Ekspor

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA