Sumber Foto: Bloomberg Technoz
Saibumi.com (SMSI), Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti maraknya praktik saham gorengan di pasar modal yang dinilai dapat mengancam kepercayaan investor, khususnya dari kalangan muda atau generasi Z.
Menurut Purbaya, tindakan manipulatif dalam perdagangan saham tersebut berpotensi menurunkan minat generasi muda untuk berinvestasi. Padahal, saat ini sekitar 50 persen investor di pasar modal berasal dari kalangan gen Z.
“Kalau kepercayaan mereka hilang, pasar modal kita tidak akan berkembang. Sekarang separuh investor itu anak muda, dan mereka bisa pergi kalau pasar dianggap tidak sehat,” ujarnya dalam acara Media Gathering secara daring, Jumat (10/10/2025), dikutip dari beritasatu.com.
BACA JUGA: Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81%, Siap Beroperasi Akhir 2025
Ia menilai praktik saham gorengan merupakan permainan harga saham yang sengaja dinaikkan untuk keuntungan sesaat masih menjadi “penyakit lama” yang belum terselesaikan. Purbaya menyoroti lemahnya pengawasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang belum tegas menindak para pelaku.
“Masih banyak transaksi yang tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Harga saham naik tidak wajar karena permainan pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
Purbaya bahkan mengaku masih mengenali beberapa pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut. “Saya juga memperhatikan pergerakan saham. Ada yang menggoreng-goreng, dan sebagian pelakunya saya kenal,” ungkapnya.
Ia mendorong BEI dan OJK untuk melakukan pembenahan menyeluruh guna menciptakan ekosistem pasar modal yang bersih, transparan, dan berintegritas. Menurutnya, keadilan dalam perdagangan menjadi faktor penting agar investor muda tetap percaya untuk menanamkan modalnya.
“Kalau pasar modal dijalankan secara adil, ada yang naik dan ada yang turun tanpa manipulasi, investor akan merasa aman dan percaya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut praktik saham gorengan sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelaku pasar, namun hanya sedikit yang benar-benar mendapatkan sanksi. Kondisi ini, kata dia, dapat menggerus kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Purbaya menanggapi usulan BEI yang meminta insentif pajak kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam pertemuan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Dalam pertemuan itu, BEI mengajukan agar pajak transaksi saham hanya dikenakan satu kali—tidak dua kali seperti saat ini, yaitu saat pembelian dan penjualan. Namun, Purbaya menolak usulan tersebut dan menegaskan bahwa insentif baru dapat dipertimbangkan jika BEI berhasil menertibkan praktik saham gorengan di pasar modal. (GA)
BACA JUGA: Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81%, Siap Beroperasi Akhir 2025
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 46
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
BERLANGGANAN BERITA