Bandar Lampung, Sekitar 800 peserta dari 27 Keuskupan se - Indonesia, mayoritas adalah tokoh agama dan penggiat Kerasulan Kerahiman Ilahi berkumpul di Swiss - Belhotel, Merauke.,Papua Selatan untuk menghadiri Kongres Nasional Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi ( KKKI) Indonesia ke - V yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 20 September 2025 di Merauke.
KKK I Keuskupan Tanjungkarang Lampung telah mengutus Pamong KKKI Cecilia Tresnaningsih Carlost bersama Romo Moderatornya RP. Anggoro Ratri, SCJ. Kongres Nasional KKKII Ke - V Merauke ini sejatinya merupakan kelanjutan dari KongNas sebelumnya, yaitu KongNas I dimulai tanggal 4 - 6 Oktober 2013 di Bogor dengan tema " Pedoman Dasar : Satu Visi, Satu Misi, dan Satu Sarana ". KongNas ke - II dilaksanakan 7 - 9 Oktober 2016 di Surabaya dengan tema, " You belong To My Heart ( Engkau Milik Hati - Ku)." KongNas ke - III tanggal 11 - 13 Oktober 2019 di Pontianak dengan tema " Kasih Allah Adalah Bunga dan Kerahiman Adalah pBuah - Nya . " Sedangkan Kongres ke - IV tanggal 7 - 9 Oktober 2022 di Makasar dengan tema " Keluarga Adalah Oasis awal mekarnya Kerahiman Ilahi Hingga Menyebar ke Seluruh Dunia. "
Bertitik tolak dari refleksi pada keempat KongNas KKKII tersebut menginspirasi Panitia Pelaksana Kongnas KKKII ke - V di Merauke untuk merumuskan tema Kongnas ini dengan mengusung tema ' Budaya Peduli. Sebagai Jati Diri Para Devosan Kerahiman Ilahi. " Dukungan dari jajaran pemerintah hingga pemerintah Provinsi Papua Selatan, telah menghantar KongNas Ke - V melewati proses - prosesnya dalam pengawalan Pemerintah Daerah.
BACA JUGA: Hari Tani 2025: Aliansi Lampung Melawan Tegaskan Negara Jadi Aktor Perampasan Ruang Hidup
Selama Kongres Nasional ke - V KKKI Indonesia Merauke tahun 2025, disiarkan melalui kanal Youtube Yosef Ministry, dikemas dalam 4 hari sejak 17- 20 September 2025.
Adapun berbagai agenda kegiatan KongNas. Ke - V, hari pertama (17/9), diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri Uskup Agung Merauke Mgr. P. C. Mandagi, MSC dan berkenan memberikan sambutan yang berbicara tentang Yesus sumber Kerahiman Ilahi yang peduli kepada manusia, khususnya mereka yang miskin, malang, dan menderita. Sebagai devosan KKKI, belajar dari Yesus Sang Kerahiman Ilahi untuk berbagi berbelas kasih kepada sesama yang hidup dalam penderitaan dan dosa,

Hari kedua, (18/9) mulai dengan hari studi. Para peserta mendapatkan pencerahan tentang " Identitas Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi" oleh RD. Yos Somar.
RD Yos Somar merumuskan identitas KKKI dengan bersumber pada 3 sumber yakni definisi devosi dari Paguyuban Kerahiman Ilahi Keuskupan Surabaya ( Mengenai Kerahiman Ilahi Lebih Dalam, 2013), Haryanto dan Estherina ( Komunitas Lumen Christi), Kalender Saku 2019 Kerahiman Ilahi, dan hasil Analisa data questioner dari 10 keuskupan.
Berdasarkan ke 3 sumber itu dirumuskan identitas Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi sebagai persekutuan iman dan persaudaraan para murid Kerahiman yang berlandaskan pada spiritualitas Santa Faustina, Kitab Suci, Tradisi Gereja, dan Ajaran Sosial Gereja Katolik. Diwujudkan dengan semakin mengandalkan Tuhan, semakin berbelaskasih kepada sesama, semakin membangun persaudaraan yang lebih luas ( tersirat damai, keadilan yang lebih besar dan keadaan yang lebih ber - kemanusiaan). Dengan cara mendayagunakan semua Saluran Kerahiman Ilahi, agar manusia dan dunia kian mengalami kehadiran Allah Yang Maharahim, senantiasa menyanyikan Kerahiman Ilahi di setiap tempat dan setiap waktu.
Pencerahan berikutnya adalah tentang " Spiritualitas Santa Faustina sebagai spiritualitas KKKI " disampaikan oleh P. Aloysius Batmyanik, MSC. Menurutnya, Spiritualitas Santa Faustina menyatu dengan Gereja Katolik, sebagai sebuah panorama spiritualitas, yang memperkaya Gereja dengan memberi tekanan pada " Kasih Allah yang tak terduga, yang dialami melalui pengenalan akan misteri Kerahiman Ilahi dan merenungkannya dalam kehidupan sehari - hari. "
Ada 5 aspek dasar untuk mempelajari dan menghayati spiritualitas Santa Faustina, yaitu mengetahui misteri Kerahiman Ilahi dan merenungkannya dalam hidup sehari - hari,; menyempurnakan sikap percaya kepada Tuhan dan berbelas kasih kepada sesama; memiliki cinta kepada Gereja dan Karisma untuk menyalakan misteri Kerahiman Ilahi ; Cinta kepada Ekaristi ( Sakramen) ; dan berdevosi kepada Bunda Maria.
Memasuki hari ketiga, ( 19/9), diawali dengan refleksi dan berbagi. masih diisi misteri pencerahan oleh RD Yos Somar mengusung topik " Budaya Peduli . ' Menurutnya ada tiga alasan memilih Budaya Peduli yaitu Perintah Tuhan dalam LUKAS 6 : 36 yang diwahyukan kembali kepada Santa Faustina ( BHSF 742, 1158, 1317 ). kedua Masa Pontificat ( Yohanes Paulus II), Benedictus XVI) ditandai oleh ajaran tentang kasih Allah kepada manusia. Ketiga, dunia yang sedang berada di dalam kekacauan yang mengakibatkan terlalu banyaknya penderitaan.
" Maka budaya peduli menuntut kita untuk pergi ke tempat - tempat dimana ada penderitaan, serta ikut serta dalam perpecahan, ketakutan, kebingungan, dan kecemasan orang lain. Menuntut kita juga ikut berteriak bersama mereka yang menderita, berkabung bersama mereka yang kesepian, menangis bersama mereka yang mencucurkan air mata, menjadi lemah bersama mereka yang lemah, dan menjadi tak berdaya bersama mereka yang tak berdaya. " Ucapnya.

" Jadi budaya peduli menuntut keterlibatan penuh lebih dari sekedar ramah tamah dan lemah - lembut . Nilai - nilai budaya peduli yang harus direalisasikan dalam bentuk program peduli kepada mereka yang malang disetiap regio dan keuskupan, kevikepan dan paroki dengan bercermin pada hasil diskusi per regio, " Imbuhnya. Puncak kegiatan hari ke tiga adalah mewujudkan budaya peduli kasih dengan kunjungan kasih ke Lapas II B Merauke dengan suasana hangat, nyanyian syukur serta makan siang bersama warga binaan. Menciptakan momen kebersamaan yang menyentuh.
Hari keempat (20/9) KongNas ini memasuki sesi Laporan hasil diskusi setiap regio, Rapat Steering Comitte ( steering Comitte panitia dan moderator setiap regio) ; Pembacaan Hasil Kong Nas ke - V ( Keputusan dan Rekomendasi) ; dan Pujian Aging Kerahiman Ilahi oleh RD. Yos Somar.
Masih pada hari keempat ini ada mobilisasi peserta untuk pawai ke Gereja Katedral Merauke guna mengikuti Misa penutupan KongNas ke - V yang dipimpin oleh Vikjen KA. Merauke RP. Hendrikus Kariwop, MSC.; Dilanjutkan dengan penutupan KongNas ke - V Merauke oleh Gubernur Provinsi Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo. S. T ., M. T., IPM dengan tabuhan tifa. Setelah melalui berbagai proses, KongNas ke - V menghasilkan 9 butir keputusan - keputusan dan 4 butir Rekomendasi.
Pengurus ditingkat Regio Nusra juga sudah dibentuk dengan Moderatornya P. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD dari Keuskupan Denpasar; Ketua : Angelina Neves ( Keuskupan Denpasar) ; Sekretaris : Paskalis Nande ( Keuskupan Maumere). Dengan demikian, selama tiga tahun ke depan, KKKI Keuskupan Denpasar harus mempersiapkan segala sesuatu, untuk menjadi tuan rumah dan pelaksana KongNas ke - VI Denpasar.
Cecilia Tresnaningsih Carlost saat dihubungi menyampaikan pada Kongres Nasional KKKII ke - V ini menghasilkan sejumlah keputusan. Beberapa keputusan diantaranya memutuskan bahwa ada 5 sarana Devosi Kerahiman Ilahi yang harus diterapkan secara nasional dan pelaksanaan Kongnas KKKII ke VI akan dilaksanakan di Region NUSRA ( Keuskupan Denpasar). Serta rekomendasi KongNas diantaranya Doa Kwrahiman Ilahi disesuaikan dengan waktu dan kondisi setempat. Kepada setiap anggota Kerahiman Ilahi disetiap keuskupan untuk bekerja sama dengan para pastor paroki dan biarawan/ biarawati. Hasil keputusan dan rekomendasi selengkapnya akan segera disosialisasikan pada pertemuan seluruh pengurusnya.
Rencananya seluruh pengurus KKKI St. Perawan Maria Keuskupan Tanjungkarang ini akan melakukan pertemuan pada bulan Januari 2026 untuk mensosialisasikan dan mendalami hasil Kongres Nasional KKKII ke - V bersama RP. Anggoro Ratri SCJ Romo Moderator yang juga sudah disepakati bersama pelaksanaannya bulan Januari 2026 ." Imbuh Cecilia Tresnaningsih Carlost.
Romo Moderator RP Anggoro Ratri , SCJ juga menyampaikan harapannya KKKI Tanjungkarang bisa mengimplementasikan hasil keputusan dan rekomendasi KongNas V dengan maksimal yang nanti akan didalami bersama pada pertemuan bulan Januari 2026." Pungkasnya.
BACA JUGA: Hari Tani 2025: Aliansi Lampung Melawan Tegaskan Negara Jadi Aktor Perampasan Ruang Hidup
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 641
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 294
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 32
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 26
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 22
BERLANGGANAN BERITA