Lucas Serafim (PSM makassar) saat melakukan tendangan pinalti di menit ke-38. Foto: Kristin/Saibumi.com
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pertandingan pekan kedua BRI Super League 2025/26 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSM Makassar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (16/8/2025), berakhir dengan skor imbang 1-1.
PSM lebih dulu unggul melalui penalti Lukas Dias pada menit ke-41. Bhayangkara kemudian menyamakan kedudukan di awal babak kedua, tepatnya menit ke-52, lewat tendangan penalti Ilija Spasojevic setelah Moises dijatuhkan di kotak terlarang.
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, mengapresiasi kerja keras para pemainnya.
“Kami sudah berlatih serangan dari umpan silang maupun umpan pendek, tapi belum bisa menghasilkan gol kedua,” ujarnya.
BACA JUGA: Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Hadapi PSM Makassar di Laga Kandang Perdana
Laga berlangsung ketat dengan dukungan 6.713 penonton yang memenuhi stadion. Meski kedua tim berusaha menambah gol lewat skema open play, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat kedua tim gagal mengamankan tiga poin penuh.
Sementara itu, Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, memberikan apresiasi terhadap atmosfer pertandingan.
“Fans Bhayangkara luar biasa. Saya kira ini contoh bagus dari kelompok suporter yang datang memberikan dukungan. Sebelumnya saya diberitahu kalau Bhayangkara tidak punya suporter, tapi yang saya lihat justru sebaliknya. Stadion penuh dan atmosfernya sangat bagus,” kata Tavares.
Namun, Tavares juga menyoroti keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya. Ia menilai penalti untuk Bhayangkara di babak kedua seharusnya tidak diberikan.
“Jika VAR memberi rekomendasi, artinya mungkin ada pertentangan dengan keputusan wasit. Sebelum itu, pemain nomor 5 terjatuh setelah kontak fisik, dan menurut saya itu bukan penalti,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti insiden handball yang tidak digubris wasit di menit-menit akhir.
“Pemain lawan memotong bola dengan tangan saat kami dalam transisi menyerang. Itu momen berbahaya, tapi wasit tidak mau melihatnya. Bahkan nomor 5 seharusnya mendapat kartu merah karena melakukan tendangan kung fu,” tambahnya.
Tak hanya soal kepemimpinan wasit, Tavares juga mengkritik kondisi lapangan Stadion PKOR Sumpah Pemuda yang dinilainya tidak rata dan terlalu keras.
Meski menyimpan kekecewaan, Tavares menegaskan tidak akan membuat laporan resmi terkait kinerja wasit.
“Kita tidak akan laporkan, karena inilah… selamat datang di Indonesia,” pungkasnya.
BACA JUGA: Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Hadapi PSM Makassar di Laga Kandang Perdana
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 35
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA