Manajer Arsenal, Mikel Arteta, sangat marah saat Arsenal tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain. Sementara itu manajer legendaris mereka, Arsene Wenger, yang sudah pensiun justru melihat kemampuan mantan timnya ini berbeda dengan yang diutarakan Arteta.
Arsene Wenger dengan berani membantah klaim Mikel Arteta bahwa Arsenal adalah tim yang lebih unggul dalam kedua pertandingan melawan Paris Saint-Germain. Aspirasi The Gunners untuk bermain di Liga Champions terhenti karena kekalahan agregat 3-1 di semifinal, sehingga PSG harus berjuang melawan Inter Milan untuk memperebutkan gelar Eropa yang didambakan akhir bulan ini.
Akankah Arsenal mendapat kesempatan lagi pada Liga Champions musim depan? Anda harus terus menyaksikan pertandingan mereka dan memprediksinya ke W88.
BACA JUGA: Remaja 18 Tahun Sewa Kosan Harian di Rajabasa, Rekam Video Mesum Sebagai Bukti Kesetiaan
Awal Mula Pertandingan
Perjalanan Arsenal ke Paris dimulai dengan tertinggal 1-0 dari pertemuan pertama. Mereka memulai dengan bersemangat, tetapi digagalkan oleh penjaga gawang Gianluigi Donnarumma yang luar biasa.
Kiper asal Italia itu melakukan penyelamatan gemilang terhadap Gabriel Martinelli dan Martin Odegaard sebelum tendangan Fabian Ruiz memperlebar keunggulan PSG pada menit ke-27.
Meskipun Donnarumma terus berupaya, dengan menggagalkan upaya bagus Bukayo Saka, David Raya tetap menjaga peluang Arsenal dengan penyelamatan penalti dari Vitinha. Harapan kembali sirna saat Achraf Hakimi mencetak gol lagi untuk PSG, tetapi Saka memicu momen kegembiraan bagi para pendukung tim tamu dengan penyelesaian yang apik.
Upaya Saka di akhir pertandingan dengan mengirimkan umpan silang rendah tepat di atas tiang gawang adalah ancaman signifikan terakhir Arsenal, dengan PSG mempertahankan kendali untuk menyingkirkan tim Inggris lainnya dari kompetisi. Pernyataan Arteta pasca pertandingan bahwa skuadnya "100 persen" merupakan tim terbaik di turnamen ini dan telah mengalahkan PSG di semua lini menarik perhatian dan membuat orang heran.
Sudah Berusaha Maksimal
Saya sangat bangga dengan para pemain." Dia kemudian menyesalkan peluang yang hilang dan kurangnya keberuntungan yang sering kali dapat memengaruhi pertandingan yang ketat: "Setelah 20 menit seharusnya skor menjadi 3-0. Ada sesuatu yang ekstra yang Anda butuhkan untuk memenangkan kompetisi ini, tetapi itu tidak terjadi. Kami sangat dekat dan untuk periode yang lama di kedua pertandingan kami jauh lebih baik daripada mereka, tetapi kami tidak berada di sana dan itu pasti menyakitkan."
Pelatih tersebut menekankan perlunya refleksi diri dan peningkatan diri untuk menang di turnamen mendatang: "Jika kami ingin memenangkan kompetisi ini, kami harus menyadari hal itu. Ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab kami. Anda tidak boleh hanya memahami bahwa kami tersingkir. Itu bukan cara pandang saya."
Terakhir, ia menyatakan keyakinannya terhadap performa timnya meskipun tersingkir: "100%, saya rasa tidak ada tim yang lebih baik [dari Arsenal] dalam kompetisi ini dari apa yang saya lihat, tetapi kami tersingkir. Kompetisi ini tentang kotak penalti dan di kedua kotak penalti terdapat penyerang dan penjaga gawang dan ada yang terbaik di kedua pertandingan."
Genderang komentar dimulai
Namun, mantan manajer Arsenal Wenger memberikan perspektif yang kontras. Berbicara kepada beIN SPORTS, ia berkomentar: "Saya akan mengatakan malam ini bahwa kita telah melihat Paris Saint-Germain yang berbeda - tidak dipandu oleh penguasaan bola dan sepak bola yang brilian, tetapi dipandu oleh penolakan untuk kebobolan gol dan memanfaatkan serangan balik dan bola mati adalah apa yang membuat mereka sukses malam ini. Saya akan mengatakan bahwa secara mental mereka juga kuat. Ketika mereka gagal mengeksekusi penalti, mereka bertahan."
Ia juga mengomentari masalah Arsenal yang terus berlanjut: "Di sisi lain, dengan Arsenal, kita melihat pengulangan ketidakmampuan mencetak gol... Secara keseluruhan, dalam dua pertandingan, saya akan mengatakan mereka lebih baik dari Arsenal, memiliki lebih banyak peluang dan tidak pernah benar-benar dalam bahaya, jadi selamat untuk Paris Saint-Germain." Wenger menyatakan optimismenya tentang prospek PSG untuk meraih kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya: "Saya sudah lama mengatakan bahwa Paris Saint-Germain tidak akan jauh dari memenangkan Liga Champions dan jangan lupa: mereka mungkin satu-satunya tim yang dapat menjalani musim yang sempurna karena mereka dapat memenangkan Liga Champions, memenangkan gelar ganda di Prancis, dan Piala Dunia Antarklub. Itu akan menjadi kesuksesan yang luar biasa bagi Luis Enrique."
BACA JUGA: Remaja 18 Tahun Sewa Kosan Harian di Rajabasa, Rekam Video Mesum Sebagai Bukti Kesetiaan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 299
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 62
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 46
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
BERLANGGANAN BERITA