Logo Saibumi

Banjir Terjang Kecamatan Panjang Lampung, BPBD dan PMI Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Air Bersih

Banjir Terjang Kecamatan Panjang Lampung, BPBD dan PMI Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Air Bersih

Sejumlah warga sedang antri mengisi air bersih dari tanki milik PMI. Foto: Kristin/Saibumi

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menginisiasi langkah tanggap darurat atas banjir besar yang terjadi pada 21 April lalu di kawasan Jalan Bahari, Kecamatan Panjang Utara, Provinsi Lampung. Ribuan warga terdampak akibat banjir yang disebut sebagai salah satu yang terparah tahun ini.

“Ini dari Pemerintah Provinsi Lampung dan BPBD, kita menginisiasi untuk membantu Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya di wilayah yang terdampak paling parah,”ujar Ketua BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto saat diwawancarai di lokasi, Rabu (23/04/2025).

Menurut data yang dihimpun dari pihak kecamatan, jumlah warga terdampak di Jalan Bahari mencapai lebih dari 2.000 orang. Untuk mengatasi kebutuhan mendesak, dapur umum lapangan didirikan sejak hari pertama. Setiap harinya, dapur ini memasak sekitar 2.000 porsi makanan, yang dibagikan kepada warga dan petugas lapangan yang bekerja hingga malam.

BACA JUGA: Puluhan Murid TK Negeri Pembina Kalianda Belajar Jadi Petugas Damkar

“Hari Ini juga sudah hampir 1.000 porsi yang kita siapkan, dan terus berlanjut sampai malam nanti,”ujarnya. Ia menambahkan, pelayanan ini akan diberikan setidaknya selama tiga hari ke depan, menyesuaikan dengan prakiraan cuaca ekstrem yang dirilis oleh BMKG.

Selain makanan, PMI juga menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua tangki yang terus diisi ulang. Air diambil dari PDAM dan dikenai tarif sesuai ketentuan.

“Kalau kosong ya diisi terus. Berapa butuhnya, kita siapkan di sini,” ujar petugas lapangan. Ia juga membenarkan bahwa air tangki tersebut memang dibeli, sesuai tarif yang berlaku di PDAM.

Untuk pendanaan, PMI menggunakan dana internal kemanusiaan. Sementara dari sisi koordinasi, BPBD Provinsi Lampung turut menyumbang tenaga dan logistik.

“BPBD punya SDM dan stok logistik. Jadi nggak terlalu kesulitan. Banyak bantuan juga dari relawan-relawan. Karena gotong royong ini, kita nggak menemui kendala besar,”tambahnya.

Wilayah Panjang menjadi titik utama fokus penanganan karena tingkat dampaknya yang cukup tinggi. Meski begitu, pihak BPPD dan relawan telah meninjau wilayah lain yang juga terdampak untuk langkah antisipasi berikutnya.

BACA JUGA: Puluhan Murid TK Negeri Pembina Kalianda Belajar Jadi Petugas Damkar

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA