Logo Saibumi

Dunia Berduka. Sosok Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus di Mata Menag RI: Sahabat Kemanusiaan!

Dunia Berduka. Sosok Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus di Mata Menag RI: Sahabat Kemanusiaan!

Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Rest In Peace Paus Fransiskus seorang pemimpin umat katolik dunia. Paus Fransiskus meninggal pada hari Senin 21 April di usia 88 tahun. Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar berduka atas wafatnya sosok Pemimpin Umat Katolik tersebut,

Menurut kacamata Menag RI Nasaruddin Umar, sosok Paus Fransiskus merupakan salah satu sahabat dekatnya, Bagi Menag, Paus Fransiskus adalah salah satu sahabat dekatnya. “Saya tentu sangat berduka mendengar kabar bahwa Paus Fransiskus meninggal. Selamat jalan sahabat kemanusiaan!,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Menag Nasaruddin dan Paus Fransiskus dikenal sebagai dua tokoh yang memiliki jalinan persahabatan. Kedekatan keduanya tidak hanya dalam ide dan gagasan, tapi tampak secara fisik. Hal itu antara lain tampak saat kedatangan Paus ke Indonesia pada September 2024 lalu.

BACA JUGA: Kejati Lampung Tetapkan Dua Pejabat BUMN sebagai Tersangka Korupsi Proyek Tol Rp1,2 Triliun

Ketika itu, salah satu agenda berkunjung Paus Fransiskus adalah ke Masjid Istiqlal dan bertemu Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang saat itu belum dilantik sebagai Menteri Agama Kabinet Merah Putih.

Pertemuan keduanya tampak begitu hangat. Paus Fransiskus menggenggam erat tangan Imam Besar Masjid Istiqlal sementara Prof Nasaruddin Umar sempat menyium kening Paus Fransiskus. Dalam pertemuan itu, keduanya menandatangani Deklarasi Istiqlal.

Tentang kisah mencium kening Paus Fransiskus, dilansir dari rilis Kementerian Agama Republik Indonesia, Menag Nasaruddin punya penjelasannya tersendiri.

Menurut Menag, ciuman itu terjadi secara spontan karena dirinya merasa berhadapan dengan Bapaknya.

“Ketika saya (bicara) berbahasa Inggris beliau tidak respons. Tapi ketika saya berbahasa Arab, direspons. Ternyata (Paus Fransiskus pernah) enam tahun tinggal di negeri Arab Syria dan Sudan. Jadi Paus bisa berbahasa arab,” ujarnya dalam sebuah kesempatan seperti dikutip dari rilis resmi Kemenag RI pada Senin.

“Jadi kami akrab berdua sepanjang jalan. Apakah salah kalau saya mencium? Karena petuah-petuahnya itu sangat luhur. Itu bentuk penghormatan kita. Paus juga berkali-kali mencium tangan saya,” lanjutnya.

Menag menilai bahwa Paus Fransiskus sebagai sahabat kemanusiaan yang luar biasa. “Beliau yang telah mengabdikan dirinya untuk umat, mewakafkan dirinya untuk kemanusiaan,” tandas dia. (*)

BACA JUGA: Kejati Lampung Tetapkan Dua Pejabat BUMN sebagai Tersangka Korupsi Proyek Tol Rp1,2 Triliun

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA