Logo Saibumi

Konflik Internal Yayasan Ganggu Proses Belajar, Mahasiswa Universitas Malahayati Unjuk Rasa

Konflik Internal Yayasan Ganggu Proses Belajar, Mahasiswa Universitas Malahayati Unjuk Rasa

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Mahasiswa Universitas Malahayati menggelar aksi unjuk rasa di dalam kampus sebagai bentuk protes atas gangguan proses belajar mengajar yang disebabkan konflik internal Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung. Aksi spontan ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa dan BEM Universitas Malahayati setelah mendengar kabar masuknya kelompok luar berseragam Satpam ke lingkungan kampus, Senin (07/04/2025).

Presiden Mahasiswa, Muhammad Kamal, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan karena mahasiswa merasa tidak nyaman dan terganggu. "Kita sudah jenuh. Mahasiswa terganggu karena konflik yang seharusnya diselesaikan di meja perundingan malah merembet ke dalam kampus. Ini rumah kami. Tidak bisa sembarangan orang masuk, apalagi sampai terjadinya premanisme di sini," katanya.

Kamal menyebut bahwa sebelumnya mahasiswa telah melakukan kajian isu mengenai dinamika kepemilikan kampus. Namun, aksi terbaru ini murni bentuk reaksi cepat karena adanya ketegangan antar kelompok Satpam di lingkungan kampus. Menurutnya, situasi serupa pernah terjadi di awal Ramadan lalu saat muncul rombongan diduga preman yang juga datang dari luar kampus.

BACA JUGA: Pelaksanaan Konferensi Cabang VI Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Kedaton

"Kami tidak berpihak ke siapapun. Tapi kalau aktivitas kuliah terganggu dan mahasiswa merasa tidak aman, maka kami wajib bersuara," tambahnya.

Pihak Satuan Pengamanan Universitas Malahayati menanggapi aksi mahasiswa secara positif. Mereka menyatakan bahwa unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa adalah wujud kepedulian terhadap situasi kampus. "Kami justru merasa terbantu. Mahasiswa peka terhadap situasi, dan kami tahu mereka tidak mau kampus ini diacak-acak oleh pihak luar yang datang tanpa etika," ujar Hadi, perwakilan Satpam kampus.

Hadi mengungkapkan bahwa kehadiran sejumlah orang eksternal yang berpakaian satpam diduga dikirim oleh pihak luar untuk menggantikan posisi mereka adalah bentuk pelanggaran prosedur, karena tidak ada koordinasi resmi maupun dokumen legal. Bahkan, beberapa di antara mereka dinilai hanya berseragam Satpam tanpa memiliki dasar pelatihan atau legalitas resmi dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).

"Mahasiswa turun ke lapangan karena mereka melihat ada ancaman nyata. Ini bukan sekadar aksi, ini bentuk solidaritas. Dan kami akan tetap menjaga kampus bersama-sama," lanjutnya.

Pihak Satpam juga menegaskan bahwa mereka tetap loyal kepada struktur kampus yang sah menurut arahan Ketua Pembina Yayasan dan Rektor saat ini. Mereka berkomitmen untuk tidak bergeser dari pos mereka demi menjaga keamanan mahasiswa, staf pengajar, serta aktivitas rumah sakit yang terintegrasi dengan kampus.

BACA JUGA: Pelaksanaan Konferensi Cabang VI Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Kedaton

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA