Logo Saibumi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sebut Kualitas Gizi yang Rendah Menghambat Prestasi Atlet Indonesia

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sebut Kualitas Gizi yang Rendah Menghambat Prestasi Atlet Indonesia

Seorang petugas memperlihatkan menu uji coba Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMB) Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2024). Foto: Rio Feisal/Antara

Saibumi.com (SMSI), Lampung - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan bahwa rendahnya kualitas gizi sejak kecil dapat mempengaruhi performa seorang atlet, sehingga menjadikan Indonesia sulit memenangkan laga olahraga.

Menurut Dadan, banyak pemain sepak bola di Indonesia yang memiliki performa buruk karena masalah stamina, imbas dari kurangnya kualitas nutrisi yang diterima saat kecil. "Jadi jangan heran kalau PSI itu sulit menang. Karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus, banyak pemain bola lahir dari kampung," ujar Dadan saat Perayaan dalam acara penandatanganan MoU BGN dengan Kementerian Pekeriaan Umum di Kantor Kementerian PU, Jakarta pada Sabtu  (22/3/2025).

Meski demikian, Dadan menyatakan bahwa kondisi pemain sepak bola Indonesia sudah lebih baik karena memiliki atlet berdarah Belanda. Namun, dia menilai bahwa hal ini masih belum bisa menyaingi kondisi Australia dan Jepang yang memiliki sumber daya manusia dengan kecerdasan tinggi.

“Nah sekarang PSI sudah cukup baik karena 17 pemainnya merupakan produk makan bergizi di negeri Belanda. Meski begitu, belum mampu mengalahkan Australia dan Jepang, apalagi Jepang yang makan bergizinya sudah 100 tahun,” tutur Dadan.

Dadan juga menambahkan bahwa atlet tidak hanya harus cakap dalam permainan, tetapi juga harus memiliki kecerdasan untuk dapat membaca gerak-gerik lawan utama. Oleh karena itu, dia berharap bahwa program Makan Bergizi Gratis dapat membantu memperbaiki kualitas gizi masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dadan juga menyatakan bahwa sumber pertambahan penduduk sebagian besar berasal dari kalangan miskin dan rentan miskin. Hal ini menjadi keresahan yang mengganggu Presiden Prabowo Subianto dalam kecukupan gizi bagi generasi mendatang.

"Di situlah sumber pertumbuhan penduduk Indonesia dari dulu sampai sekarang dan yang akan datang. Jadi Pak Presiden gelisah kalau kita tidak intervensi ini kelompok ini 60% tidak pernah melihat menu dengan gizi seimbang," kata Dadan dikutip dari Tirto.id (22/03/2025).

BACA JUGA: Diteror Lagi! Kini Tempo dapat Kiriman 6 Tikus yang Terpenggal

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA