Logo Saibumi

Ombudsman RI: Meningkatnya Maladministrasi Berpotensi Tinggi Terjadi Korupsi

Ombudsman RI: Meningkatnya Maladministrasi Berpotensi Tinggi Terjadi Korupsi

Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan. Foto : Ist

Saibumi.com (SMSI), Jawa Timur - Ombudsman Republik Indonesia (RI) berpendapat bahwa semakin banyak terjadinya maladministrasi maka semakin tinggi juga potensi korupsi di negeri ini, Sabtu 30 November 2024.

Hal demikian tegas dinyatakan oleh Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih dalam orasi ilmiah pada acara Kuliah Tamu dengan tema 'Peran dan Sinergi Ombudsman RI dengan Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Berkualitas' di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan.

Dalam acara tersebut Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh turut juga menyampaikan orasi ilmiah. Selain itu kegiatan ini dihadiri Ketua Senat, M. Afif Hasbullah, Rektor Muhammad Hafidh Nashrullah, para Wakil Rektor, Dosen juga mahasiswa Unisda Lamongan, pada Kamis (28/11/2024).

BACA JUGA: Sekda Lampung Selatan Pamit Pada ASN Memasuki Pensiun

Mokhammad Najih menyampaikan bahwa, Ombudsman RI sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik di Indonesia memiliki tujuan untuk mewujudkan pelayanan publik berkualitas yang bebas dari maladministrasi.

"Namun hal ini juga perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat," kata Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih dikutip melalui laman resmi website Ombudsman.go.id.

Menurut Najih, masyarakat mempunyai peran menyampaikan laporan potensi maladministrasi kepada Ombudsman RI, sehingga dapat ditindaklanjuti untuk menyelesaikan permasalahan pelayanan publik tersebut.

"Indonesia memiliki potensi menjadi negara besar di tahun 2045, baik dari segi kependudukan, ekonomi, kekayaan mineral, kekayaan hayati dan kekuatan maritim. Namun tantangan ke depan juga semakin besar," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa tantangan tersebut antara lain dinamika global seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, eskalasi geopolitik dan geoekonomi, serta demografi global dan kualitas pelayanan, yang mana hal ini menjadi semakin kompleks.

Oleh karena itu, dipaparkan Najih, masyarakat dan pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan harus bekerja bersama sehingga dapat mewujudkan mimpi Indonesia Emas Tahun 2045.

"Khususnya menjadi negara dengan kualitas pelayanan publik baik dan memiliki budaya anti-maladministrasi dan korupsi di masa depan, " jelas dia.

BACA JUGA: Sekda Lampung Selatan Pamit Pada ASN Memasuki Pensiun

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA