Foto : Tangkapan Layar Akun X @jansen_jsp
Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Politisi dari Partai Demokrat Jansen Sitindaon yang gagal masuk parlemen senayan sampaikan keluh kesah, menurutnya membagikan ide sudah tidak lagi penting yang terpenting adalah banyak-banyakan membagikan uang, selain itu dirinya juga menduga 99 persen Caleg terpilih karena politik uang, Senin (18/03/24).
Diketahui Caleg dari partai Demokrat ini mencalonkan sebagai DPR-RI lewat Dapil 3 Sumatera Utara, Ia memperoleh 12.461 suara namun dari total perolehan tersebut dirinya belum terpilih untuk duduk.
Melalui akun X pribadinya Jansen Sitindaon menyampaikan permintaan maaf serta ucapan terimakasih kepada pemilihnya
BACA JUGA: Belum Miliki Keuntungan, Perumda Way Rilau Diminta Tingkatkan Sosialisasi Pemasaran
"Mohon maaf saya belum terpilih. Namun suara dari teman2 ini jadi tambahan sehingga 1 kursi DPR-RI di Dapil ini di dapat oleh kami Demokrat. Walau bukan saya yg duduk, amanah dari suara teman2 ini akan kami jaga dan salurkan melalui perwakilan yg nanti duduk di parlemen." Tulis akun X @jansen_jsp dikutip pada Senin (18/03/24).
Menurutnya Testimoni yang didapatkan atas realitas serta keresahan yang dialaminya selama Pemilu 2024 sangat disayangkan.
"Semoga kedepan Pileg kita jadi lebih baik. Politik uang yg merusak ini dapat hilang." Ujarnya
Menurut pandangannya perjuangan untuk menjalankan pemilu dengan sistem terbuka di MK kemarin salah satu langkah yang keliru.
"Ternyata membuat Pileg kali ini jadi lebih bar-bar di semua tingkatan. Tanpa pandang bulu mulai DPRD Kab/Kota, Propinsi sampai RI." Tuturnya
Dengan ini dirinya mengubah pandangan atas Sistem Terbuka, hanya akan efektif jika dibarengi penindakan terhadap politik uang yang terjadi. Itu kuncinya. Tanpa itu, menurut Jansen dari pemilu ke pemilu, sistem ini akan membuat pemilu legislatif kita tambah rusak.
"Semua Caleg terpaksa nebar uang atau sejenisnya ke rakyat. Tanpa itu tidak ada jaminan dia dipilih. Rakyat juga menyambut dgn hangat. Bahkan inilah yg diharapkan datang," resahnya
Lebih lanjut Ia mengungkap Pileg akhirnya jadi ajang banyak-banyakan mendata orang dan nebar uang. Dan ini sudah di level dianggap normal bahkan harus dilakukan jika maju pileg.
"Membagikan ide tidak lagi penting seperti lazimnya pemilu, yang penting membagikan uang dan banyak-banyakan uang. Krn ini kunci terpilih. Sebagai peserta yg ada di Lapangan ikut pemilu, harus saya katakan mungkin 99 persen Caleg terpilih di pemilu kali ini krn politik uang atau varian sejenisnya." Ungkapnya
"Dan ini terjadi di semua tingkatan. Mulai Kab/Kota sampai RI. Mungkin 1 persen saja yg murni terpilih tidak melakukan itu. Namun yg sudah membagi uang tidak terpilih jumlahnya lebih banyak lagi," Sambungnya
Jansen meminta kepada teman-teman yang terpilih ketika nanti sudah duduk di DPR, melalui prosedur legislasi tolong ubah sistem ini.
"Agar pelan-pelan money politik ini berkurang dan hilang. Tidak terus tambah bar-bar dari pemilu ke pemilu." Pintanya (*)
BACA JUGA: Belum Miliki Keuntungan, Perumda Way Rilau Diminta Tingkatkan Sosialisasi Pemasaran
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 24
BERLANGGANAN BERITA