Logo Saibumi

Dosen Dan Mahasiswa Program Studi Biologi dan Teknik Kimia ITERA Ajak Kelompok Tani dan Karang Taruna Desa Sabah Balau Manfaatkan Limbah Perkebunan untuk Budidaya Jamur Tiram

Dosen Dan Mahasiswa Program Studi Biologi dan Teknik Kimia ITERA Ajak Kelompok Tani dan Karang Taruna Desa Sabah Balau Manfaatkan Limbah Perkebunan untuk Budidaya Jamur Tiram

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Dosen dan mahasiswa Program Studi Biologi dan Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah perkebunan pelepah kelapa sawit sebagai media budidaya jamur tiram. 

 

Kegiatan dilakukan di Aula Karang Taruna Desa Sabah Balau yang dihadiri oleh 30 peserta termasuk dosen dan mahasiswa, melibatkan anggota kelompok tani serta karang taruna desa setempat. 

BACA JUGA: Update Terbaru: Harga BBM Pertamina Melonjak Hari Ini

 

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Khaerunissa Anbar Istiadi, M.Si, Erma Suryanti, M.Si, Hida Arliani Nur Anisa, M.Si, Deviany, S.T., M.Si., Ph.D. Kegiatan tersebut juga melibatkan empat orang mahasiswa dari prodi bersangkutan.

 

Desa Sabah Balau merupakan wilayah dengan sebagian besar area merupakan area perkebunan berupa kelapa sawit dan karet. Perkebunan tersebut menghasilkan limbah yang belum banyak dimanfaatkan secara maksimal dan hanya disebar di sekitar areal perkebunan.

 

“Kandungan nutrisi pada limbah seperti pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi baglog (media budidaya) jamur tiram sehingga memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi," ujar Khaerunissa selaku salah satu perwakilan dosen.

Baglog dibuat dengan mencampurkan serbuk, dedak, tepung jagung dan kapur kemudian dikomposkan. Campuran kemudian dikomposkan dan dicetak dalam bentuk baglog. 

 

Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai metode sterilisasi berbasis uap menggunakan drum, penanaman hingga teknik pemeliharaan dan pemanenan jamur tiram. Proses budidaya jamur tiram membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan dari penanaman hingga pemanenan pertama. 

 

Pemeliharaan cukup mudah dengan pengkabutan setiap harinya. Selama masa budidaya, baglog dapat dipanen hingga 5-6 kali. Baglog dengan berat 1 kg dapat menghasilkan jamur dengan berat maksimal 200 gr.

 

Pemanfaatan limbah ini dapat dijadikan salah satu solusi permasalahan limbah padat yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit. 

 

Bapak Sutrimo selaku ketua Kelompok Tani mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi pembekalan bagi masyarakat untuk memulai pemanfaatan limbah untuk budidaya jamur sebagai salah satu sumber pemenuhan pangan rumah tangga yang bisa berkembang menjadi pendapatan baru bagi masyarakat. (*)

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Terbaru: Harga BBM Pertamina Melonjak Hari Ini

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA