Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila) Dedy Hermawan menilai, kritik yang disampaikan seorang pelajar asal Indonesia di Australia bernama Bima terkait "Lampung Tak Maju-maju" sudah lengkap dan objektif.
"Kritik ini betul-betul objektif, pembangunan di Provinsi Lampung memang sangat bermasalah pada aspek-aspek tersebut, seperti infrastruktur, kota baru, pendidikan, birokrasi dan ekonomi," ungkapnya kepada saibumi.com, Jumat (14/4/2023).
Lebih lanjut Dedy Hermawan menyampaikan, kepemimpinan Gubernur Lampung dan jajaran birokrasinya hingga saat ini tidak menghasilkan perbaikan signifikan terhadap aspek-aspek pembangunan tersebut.
"Ini seperti penampilan kinerja minimalis yang ditorehkan oleh Gubernur dan jajarannya, tidak jauh beda dengan kinerja Gubernur sebelumnya, hingga saat ini, masyarakat Lampung masih dihadapkan pada masalah-masalah yang sama seperti buruknya infrastruktur, mangkraknya pembangunan kota baru, IPM rendah, birokrasi yang berkinerja minimalis, dan sebagainya," jelasnya.
Oleh karena itu, solusinya satu-satunya dan sangat strategis adalah mengganti kepempinan Pemerintah Provinsi Lampung, dan momentumnya adalah pada Pilkada 2024.
"Untuk jangka pendek, yang ditugaskan sebagai Pj Gubernur Lampung nanti agar betul2 pejabat yang memiliki kepepemimpinan kuat, berintegritas, kompeten, kreatif, dan progresif, ini yang dibutuhkan masyarakat dan daerah Lampung, butuh kepemimpinan yang memiliki keberanian mendobrak stagnasi kinerja pembangunan di Lampung," paparnya.
Kemudian, kepemimpinan ini menjadi kunci perubahan pembangunan di Provinsi Lampung. Pesen kepada Pemerintah Pusat untuk serius dalam menempatkan pejabat sebagai Pj Gubernur Lampung kelak.
"Adapun di sisa jabatan Gubernur Lampung kalo ingin meninggalkan torehan yang dikenang masyarakat Lampung, segera evaluasi menyeluruh kinerja seluruh jajaran birokrasinya, pantau secara total perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, pastika seluruh program, kegiatan dan anggaran teraktualisasi secara tepat," pungkasnya.
Sebelumnya, Seorang pelajar asal Indonesia di Australia viral setelah memberikan kritik terhadap kemajuan Provinsi Lampung. Pria tersebut bernama Bima dengan TikTok atas nama @awbimaxreborn.
Bima menjadi sorotan setelah memaparkan presentasi dengan judul "Alasan Lampung Gak Maju-maju."
"Presentasi kali ini tentang alasan kenapa Lampung tidak maju-maju dan malah banyak warganya yg bekerja di luar daerah atau bahkan ke luar negeri," kata Bima dalam keterangan unggahannya, dikutip pada Rabu (12/4/2023).
Dalam video berdurasi 3 menit 28 detik tersebut Bima mengaku berasal dari Lampung.
Menurut Bima, ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa Lampung tidak mengalami kemajuan.
Pertama, Bima menyinggung soal infrastruktur Lampung yang menurutnya belum layak.
"Ini di Lampung banyak sekali proyek yang mangkrak. Contohnya Kota Baru dari jaman gue SD sampai sekarang, tidak pernah ada dengar kabar lagi. Itu aliran dana dari pemerintah pusat ratusan miliar, dan gue enggak tahu tuh sekarang udah jadi tempat jin buang anak kali," imbuhnya.
Bima juga menyinggung soal jalan-jalan di Lampung yang masih belum bagus.
"Jalan itu infrastruktur yang paling umum dan untuk mobilisasi ekonomi, tapi jalan-jalan di Lampung tuh 1 kilometer bagus, 1 kilometer rusak," tukasnya.
Selanjutnya, Bima juga menyinggung soal sistem pendidikan di Lampung yang menurutnya masih lemah.
"Gue enggak bilang Lampung itu kekurangan orang pintar ya, menteri-menteri aja banyak dari Lampung. Cuman proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung itu sendiri itu banyak kecurangan ya," ujarnya.
Bima mengatakan bahwa selama ini banyak oknum yang berkontribusi pada lemahnya sistem pendidikan di Lampung.
"Kaya dosen nitipin anaknya, rektor nitipin ponakannya. Kunci jawaban tersebar, kalau UN kan itu yang nyebarin siapa kalau bukan yang dari pemerintah," jelasnya
Berikutnya, Bima menyinggung soal tata kelola yang masih lemah di Lampung.
"Korupsi dimana-mana, birokrasi enggak efisien, hukumnya enggak ditegakkan, terus suap. Sektor ini tuh vulnerable ya, fluktuatif gitu, enggak stabil, dan yang menentukan harga yang di pusat juga gitu kadang-kadang anjlok, kadang-kadang naik," tandasnya. (*)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 80
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA