Logo Saibumi

Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal Pada Anak, Dirut RSUDAM: Ada Satu Pasien Bayi yang Masih Dalam Perawatan

Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal Pada Anak, Dirut RSUDAM: Ada Satu Pasien Bayi yang Masih Dalam Perawatan

Foto: Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lukman Pura | Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lukman Pura menyampaikan, hingga hari ini Senin 24 Oktober 2022 pihaknya tengah merawat 1 pasien kasus gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak. 

 

"Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek saat ini sedang merawat satu pasien yang sebagaimana sudah dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Kemudian kondisi pasien tersebut atas nama anak umur 13 bulan yang pada hari ini hari keperawatan yang ke-3 hari," ungkapnya saat dikonfirmasi awak media. 

BACA JUGA: Wanita Katolik RI Berikan Sosialisasi Pembuatan Eco Enzym

 

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam pelaksanaannya sebelumnya memang total ada 3 pasien. Akan tetapi satu pasien dinyatakan tidak terkonfirmasi setelah dilakukan pengecekan medis oleh pihaknya. 

 

"Tadinya, ada satu dugaan akan tetapi setelah dilakukan pengecekan medis ternyata bukan, dan tidak masuk kriteria. Ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa yang masuk rumah sakit dengan gejala-gejala itu tidak serta-merta langsung terkonfirmasi. Jadi kita cek terlebih dahulu dan rupanya itu dehidrasi karena mencret," jelasnya. 

 

Sementara itu, saat ditanya terkait ada pasien bayi berusia 11 bulan yang terkonfirmasi meninggal dunia. Lukman Pura membenarkan hal tersebut. 

 

"Sampai saat ini, total memang ada 3 pasien akan tetapi dengan rincian 1 meninggal, 1 tidak terkonfirmasi (Suspek), dan 1 masih dalam perawatan," tuturnya. 

 

Lukman Pura menyampaikan, adapun pasien yang saat ini dalam perawatan kondisinya dalam keadaan membaik.

 

"Kondisi stabil dan baik. Tapi belum keluar air kencingnya. Nah, apabila keluar air kencingnya itu adalah penanda baik, disamping itu upaya-upaya juga kita lakukan. Secara kesadaran tanda-tanda vital bagus. Belum ada tanda-tanda bendungan paru atau bengkak yang berlebihan, dibandingkan dengan perawatan pertama, bengkak sudah berkurang tapi hanya memang belum mengeluarkan air kecilnya. Namun, kondisinya bagus," urainya 

 

Direktur RSUDAM juga mengimbau kepada masyarakat tidak usah panik, akan tapi tetap waspada. Pemerintah telah menunjukkan perhatian besar kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat sirup. 

 

"Sampai terbukti bahwa tidak ada pencemarnya. Jadi kalau ada warga masyarakat dengan gejala-gejala, demam, batuk, pilek, dan tiba-tiba sudah tidak mengeluarkan air kencing, cepat mencari pelayanan kesehatan terdekat. Tidak perlu khawatir yang berlebihan, karena penyakit ini tidak menular, hanya saja ada zat pencemar dalam larutan yang diduga melalui obat sirup," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Wanita Katolik RI Berikan Sosialisasi Pembuatan Eco Enzym

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA