Logo Saibumi

Uang Rp. 1,1 Miliar Lebih Disetor Kejari Bandar Lampung Ke Negara

Uang Rp. 1,1 Miliar Lebih Disetor Kejari Bandar Lampung Ke Negara

Bandar Lampung - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung setor uang TPPU perkara narkotika jenis sabu ke Negara, atas nama Terpidana Jepri Susandi dengan total sebesar Rp1,195 miliar lebih.

 

BACA JUGA: Antusias, Sebanyak 50 Andikpas LPKA Kelas II Bandar Lampung Ikuti Kegiatan Bimbingan Kepribadian

Kajari Bandar Lampung, Helmi mengungkapkan, bahwa uang tersebut merupakan hasil rampasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari keuntungan penjualan narkotika jenis sabu tersebut. 

 

"Iya pada hari ini kita menyetorkan uang itu ke kas negara, melalui Bank Mandiri Kantor Cabang Pusat Cut Meutia, Bandar lampung," ungkap Helmi, Kamis (22/9/2022). 

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, adapun eksekusi dan penyetoran sejumlah uang hasil rampasan kali ini, berdasarkan dengan surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan Nomor: Print-1679/L.8.10/Enz.3/03/2022, yang diterbitkan pada 29 maret 2022 dengan total uang sebesar Rp1.195.613.005,83. 

 

"Uang rampasan yang disetorkan kali ini, merupakan hasil dari kejahatan yang dilakukan oleh Jepri Susandi, berupa keuntungan bisnis sabu yang dilakukannya sejak awal 2015 hingga pada pertengahan 2019 lalu," jelasnya. 

 

Perlu diketahui, adapun uang tersebut ialah hasil dari usaha jual beli barang narkotika jenis sabu, lalu ia tabung ke beberapa rekening Bank diantaranya BCA, Maybank, Mandiri, BNI dan Danamon atas nama Isma Novalia, Eva Liana, serta pada asuransi jiwa Proteksi Prima Rencana Optima yang juga atas nama Eva Liana.

 

Jepri juga turut menggunakan keuntungan dari hasil penjualan sabunya, untuk membeli beberapa aset bergerak diantaranya dua unit roda empat, serta satu unit kendaraan roda dua.

 

Kemudian, dibelikan beberapa perhiasan serta beberapa bidang tanah, antara lain tanah seluas 118 meter persegi beserta bangunan di atasnya, yang terletak di Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung.

 

Tanah seluas 90 meter persegi beserta dengan bangunannya, yang terletak di lokasi blok pabrik Desa Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

 

Sebidang sawah yang seluas kurang lebih 100 meter persegi, yang terletak di Desa Sukajaya, Kecamatan Lempasing, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, serta sebidang sawah dengan luas 210 meter persegi yang berada di Provinsi Banten.

 

Jepri sendiri saat ini tengah mendekam di balik jeruji besi, yang sejauh ini diketahui ia telah menjalani persidangan pada tiga buah perkara, yakni pada 2019 lalu ia diadili dalam perkara narkotika bernomor 1329/Pid.Sus/2019/PN Tjk, dengan vonis penjara selama 17 tahun.

 

Lalu, di tahun 2020, Jepri saat masih ditahan kembali menjadi seorang pengendali sabu seberat 41 kilo lebih, sehingga Jepri pun kembali diadili dalam perkara bernomor 362/Pid.Sus/2020/PN Tjk, dengan vonis yang diberikan yakni hukuman mati.

 

Dan beberapa bulan berikutnya usai perkara ke duanya disidangkan, Jepri Susandi kembali diadili dalam perkara bernomor 755/Pid.Sus/2020/PN Tjk, dengan sangkaan Pasal tentang pencucian uang, dengan putusan pidana penjara selama sembilan tahun, denda Rp1 miliar subsidair tiga bulan penjara.

 

Selain itu, Majelis Hakim yang mengadilinya pun turut memutuskan untuk menyatakan beberapa barang bukti dalam perkara TPPU tersebut dirampas untuk negara, yang pada akhirnya dieksekusi di hari ini, oleh Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. (Riduan)

BACA JUGA: Dealer Motor Maple Yamaha Kota Metro Secara Resmi Dibuka

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA