Logo Saibumi

Keputusan Rakernas dan Musornaslub KONI Tahun 2022

Keputusan Rakernas dan Musornaslub KONI Tahun 2022

Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Berdasarkan saran dan masukan dari peserta Rapat Kerja Nasional KONI Tahun 2022 pada Sidang Pleno setelah mendengar, memperhatikan dan menelaah serta membahas sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada Rapat Kerja Nasional KONI Tahun 2022.

 

BACA JUGA: Effendi Simbolon Harus Meminta Maaf Secara Terbuka Kepada TNI, Pimpinan TNI, Prajurit TNI Dan Rakyat Indonesia

Hasil rekomendasi Komisi A Bidang Organisasi, Hukum, kerjasama dalam negeri dan luar negeri, kesejahteraan pelaku olahraga, Badan audit internal, perencanaan anggaran dan keuangan, memutuskan: 

 

1. Laporan Program Kerja KONI Pusat Tahun 2022 Semester I

 

Menerima baik Laporan pelaksanaan Program Kerja KONI Pusat Tahun 2022 Semester I sepanjang menyangkut Bidang Organisasi, Hukum, Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kesejahteraan Pelaku Olahraga, Badan Audit Internal, Perencanaan Anggaran dan Keuangan serta BAORI.

 

2. Program Kerja KONI Pusat Tahun 2023

 

Menerima Program Kerja KONI Pusat Tahun 2023 khusus Bidang Organisasi, Hukum, Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kesejahteraan Pelaku Olahraga, Badan Audit Internal, Perencanaan Anggaran dan Keuangan serta BAORI

 

3. Mencabut Pengesahan Keanggotaan Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Amatir Mix Martial Art (PP. IBA-MMA) dari Keanggotaan KONI

 

4. Mengusulkan penyebutan atau nomenklatur untuk PON XXII tahun 2028 adalah PON XXII tahun 2028 Nusa Tenggara, dengan tetap KONI Pusat mengkoordinasikan dan mengkonsultasikan dengan semua pihak terkait agar dalam pelaksanaan tidak menjadi hambatan yang berarti.

 

5. Mendorong IADO melaksanakan sosialisasi doping sampai tingkat perkumpulan dan adanya upaya memberikan kemudahan kepada PB/PP Cabang Olahraga untuk pelaksanaan pemeriksaan doping pada setiap event.

 

6. Agar KONI Pusat mendorong IADO untuk mempercepat proses hasil test doping.

 

7. KONI Pusat segera menetapkan cabang olahraga yang akan dipertandingan pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara dan di upayakan untuk tidak adanya perubahan.

 

8. Pekan Olahraga beladiri pada prinsipnya disetujui yang diorientasikan pada multi event internasional sejenis yang waktu penyelenggaraan agar tidak berbenturan dengan event yang sudah ada pada tahun yang sama.

 

9. Agar KONI Pusat mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan antara Tuan Rumah Pelaksana PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara terkait tempat pertandingan beberapa Cabor

 

10. Cabor binaraga dapat dipertandingkan pada PON XXI/2024 Aceh

 

Sumatera Utara, dengan syarat sebagai berikut:

 

a. Pada babak kualifikasi semua atlet harus mempunyai sertifikat bebas doping 

 

b. Pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara semua atlet harus punya sertifikat bebas doping 

 

c. Semua Atlet peserta PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara wajib mengikuti test Doping 

 

d. Atlet yang terkena doping di PON XX/2021 Papua tidak diperbolehkan bertanding.

 

e. Apabila masih ada atlet yang terkena doping pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara bersedia dikenakan sanksi termasuk pelatihnya tidak boleh lagi berada di lingkungan Binaraga. 

 

f. Cabang Olahraga Binaraga (PP.PBFI) siap untuk di degradasi keanggotaanya.

 

Sementara hasil rekomendasi komisi B Bidang pembinaan prestasi, pendidikan dan penataran, penelitian dan pengembangan, sport science, pengumpulan data dan mobilisasi sumber daya, memutuskan: 

 

1. Menerima baik Laporan pelaksanaan Program Kerja KONI Pusat Tahun 2022 Semester sepanjang menyangkut Bidang Pembinaan Prestasi, Pendidikan dan Penataran, Penelitian dan Pengembangan, Sport Science, Pengumpulan Data dan Mobilisasi Sumber Daya.

 

2. Menerima Program Kerja KONI Pusat Tahun 2023 khusus Bidang Pembinaan Prestasi, Pendidikan dan Penataran, Penelitian dan Pengembangan, Sport Science, Pengumpulan Data dan Mobilisasi Sumber Daya

 

Selanjutnya merekomendasikan kepada Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional KONI Tahun 2022 dalam hal-hal sebagai berikut:

 

Agar KONI Pusat dalam rangka PON XXI/2024 menegaskan kepada KON Provinsi untuk tidak melakukan mutasi atlet dikarenakan waktu untuk mutasi sudah habis yaitu September tahun 2022.

 

Selanjutnya merekomendasikan kepada Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional KONI Tahun 2022 dalam hal-hal sebagai berikut:

 

1. KONI Pusat akan melakukan evaluasi terhadap Cabang Olahraga yang saat ini telah menjadi anggota KONI namun apabila cabang olahraga tersebut tidak aktif dan tidak pernah melaksanakan Kejuaraan, maka akan dipertimbangkan status keanggotaannya

 

2. Agar KONI Pusat membentuk Tim Penyempurnaan AD ART KONI dan aturan turunannya sesuai dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dengan membentuk Tim yang terdiri dari :

 

a. 3 (tiga) orang dari unsur KONI Pusat

b. 3 (tiga) orang dari unsur KONI Provinsi 

c. 3. (tiga) orang dari Unsur PB/PP

 

3. Agar KONI Pusat membentuk Tim Pokja guna menyusun Kode Etik KONI yang terdiri dari : 

 

a. 3 (tiga) orang dari unsur KONI Pusat

b. 3 (tiga) orang dari unsur KONI Provinsi 

c. 3. (tiga) orang dari Unsur PB/PP

 

4. Mendukung sistim digitalisasi dalam managemen keolahragaan dan mendukung produk lokal UMKM dlam pengembangan keolahragaan

 

5. Menyempurnakan Pedoman Peratran Mutasi Atlet dalam rangka PON

 

6. Memastikan dana hibah diperuntukan untuk KONI disemua tingkatan sesuai amanah undang-undang dan peraturan dibawahnya. (*)

BACA JUGA: Nekat Masuk Kamar Tanpa Izin, Satu Peria Nyaris Di Bogem Massa

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA