Logo Saibumi

Apa itu keyword: Pengertian, Jenis, dan Cara Melakukan Riset

Apa itu keyword: Pengertian, Jenis, dan Cara Melakukan Riset

Saibumi.com (SMSI), Bagi para blogger maupun web developer pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah keyword. Pasalnya, dalam aktivitas blogging, keyword punya peran penting untuk membantu website agar mudah ditemukan via search engine.

 

BACA JUGA: Ratusan Pelajar Diamankan Polresta Bandar Lampung

Saking pentingnya, beberapa Jasa SEO bahkan menyediakan layanan riset keyword ini secara terpisah dari optimasi lain, seperti off page dan teknikal. Nah, agar lebih paham terkait apa itu keyword dan jenis-jenisnya, pada artikel kali ini sudah kami rangkum penjelasan lengkapnya.

Mengenal Apa Itu Keyword

Keyword atau kata kunci merupakan sebuah susunan kata yang biasa digunakan oleh netizen ketika mencari informasi tertentu di internet. Tidak hanya berlaku untuk mesin pencari seperti Google, keyword punya sifat kegunaan yang lebih general mulai dari pencarian di kolom search YouTube ketika mencari video, keyword di aplikasi PlayStore dan AppStore, dan masih banyak contoh lainnya. 

Jenis-jenis Keyword untuk Penulisan Artikel dan Optimasi SEO

1.Long tail Keyword

 

Pengertian Long tail Keyword adalah sebuah kata kunci yang paling panjang dengan susunan 5 - 8 kata. Jenis keyword ini biasanya sudah sangat spesifik untuk mengetahui informasi tertentu di internet. Maka dari itu, tidak heran jika search volume untuk long-tail keyword biasanya relatif rendah.

 

Selain punya search volume rendah, long tail keyword juga memiliki tingkat persaingan cukup rendah. Kamu bisa memanfaatkan hal ini ketika sedang memulai website baru yang belum terlalu kuat untuk menembus persaingan short tail keyword dan medium tail keyword.

2.Short tail Keyword

Sesuai namanya, short tail keyword merupakan kebalikan dari long tail keyword, yakni sebuah kata kunci yang biasanya hanya terdiri dari 1-3 kata. Keyword jenis ini biasanya punya karakteristik search volume yang besar dan keyword difficulty yang tinggi.

Jenis Keyword Berdasarkan Search Intent

 

  • Informational Keyword

 

Jenis keyword pertama berdasarkan intensitas atau niatan pencarian adalah informational keyword. Sesuai namanya, tipe kata kunci yang satu ini biasanya mengandung kata-kata pertanyaan atau kalimat yang merujuk ke artikel informasi.

 

Contohnya, keyword “apa itu domain co id? apa itu web hosting? Berapa harga jasa pembuatan website?” dan lain sebagainya. Informational keyword umumnya dicari oleh kalangan pelajar atau calon pelanggan yang masih butuh edukasi. Jadi, usahakan untuk bisa menjelaskan informasi produk yang ditawarkan secara rinci ya!

 

  • Navigational Keyword

 

Berbeda dengan informational keyword, navigational keyword merupakan jenis kata kunci yang biasa digunakan oleh para netizen untuk menemukan website brand tertentu. Misalnya, ketika ingin membuka facebook, biasanya orang akan mengetikkan keyword “facebook” di Google, kemudian baru klik website facebook dari SERP.

 

Dari segi bisnis, keyword jenis navigational memang kurang menghasilkan. Namun, kamu tetap perlu melakukan optimasi untuk keyword jenis ini agar calon pelanggan lebih mudah menemukan website bisnismu lewat search engine.

 

  • Transactional Keyword

 

Keyword atau kata kunci jenis ini biasanya berhubungan langsung dengan aktivitas transaksi pembeli. Jika pada dua keyword sebelumnya calon pelanggan masih belum punya intensitas untuk membeli produk, maka pada tahap pencarian dengan menggunakan transactional keyword pengguna pada dasarnya sudah siap melakukan pembelian.



Cara Riset Keyword Agar Artikel Mudah Ditemukan Pengunjung

Metode dan cara riset keyword setiap lini bisnis bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi persaingan dan performa website. Namun, secara umum kamu bisa menggunakan patokan berikut ini untuk menemukan keyword yang tepat.

1.Perhatikan Search Intent

Apa itu search intent? Pada dasarnya, search intent adalah intensitas atau niatan pengguna yang membuat mereka menggunakan keyword tersebut. Jenis-jenis search intent sudah dibahas sebelumnya, yakni informational keyword, navigational keyword, dan transactional keyword.

 

Kamu harus bisa memilah dan membedakan mana intent yang tepat dari keyword yang ingin dioptimasi. Jangan lupa, lakukan juga pengecekan konten di SERP apakah sudah sesuai pemahaman kamu atau perlu dilakukan penyesuaian agar lebih pas.

2.Jangan Terlalu Berpatokan pada Search Volume

Ketika riset keyword, salah satu patokan yang biasa digunakan adalah search volume atau jumlah pencarian rata-rata per bulan. Indikator ini memang penting dan sangat membantu untuk mengetahui keyword mana saja yang banyak dicari, akan tetapi sayangnya metrik tersebut tidak selalu akurat dan up to date sesuai kondisi di lapangan.

 

Maka dari itu, sebaiknya kamu tidak hanya memperhatikan keyword dengan search volume besar, namun juga melihat potensi keyword dengan volume pencarian rendah tapi berpotensi mendatangkan pelanggan. 

 

Bisa ranking teratas untuk keyword dengan search volume 100 per bulan tapi bisa mendatangkan 25 transaksi per bulan tentu akan lebih berharga dari keyword volume 20,000 per bulan tapi penjualan cuma 10 transaksi per bulan.

3.Manfaatkan Data Google Trend

Sebagai raksasa mesin pencari, Google menyediakan berbagai tools untuk memudahkan para digital marketer. Salah satunya adalah Google Trend. Kamu bisa memanfaatkan data dari Google Trend untuk melihat sejauh mana perkembangan sebuah kata kunci dari waktu ke waktu.

 

Itulah penjelasan terkait apa itu keyword lengkap dengan jenis-jenis serta tips cara melakukan riset yang benar. Bagaimana, apakah kamu sudah paham? 

 

BACA JUGA: Wagub Chusnunia Chalim dan Forkopimda Provinsi Lampung Hadiri Upacara HUT TNI AL Ke-77 di Mako Lanal Lampung Caligi

#
>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA