Foto: Peresmian Lampung Nahdiyin Center pada tanggal 15 Agustus 2022 | Istimewa
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung menegaskan sama sekali tidak terlibat dalam pembangunan gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC).
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PWNU Lampung, Juwendra Asdiansyah, menurutnya organisasi NU mulai dari level PBNU, PWNU, hingga PCNU sama sekali tak tahu-menahu ihwal pembangunan gedung telah diresmikan KH Said Aqil Siroj itu. Sehingga seluruh kegiatan pembangunan murni diinisiasi dan diinisiatif sang Rektor Unila periode 2019-2013 tersebut.
"Terkait dengan pembangunan Lampung Nahyidin Center yang baru diresmikan beberapa hari saja sebelum pak Karomani ditangkap tangan oleh KPK. Perlu kami informasikan bahwa gedung Lampung Nahyidin Center itu merupakan gedung yang dibangun atas inisiatif sendiri dari pak Karomani sama sekali beliau tidak melibatkan NU secara organisasi di semua level. Betul-betul adalah kegiatan pribadi beliau," ungkap Juwendra, Sabtu (10/9/2022).
Lebih lanjut ia menjelaskan, mengapa bisa pribadi berinisiatif untuk membuat gedung tersebut, Juwendra menyampaikan bahwa hal itu sebagai tindakan sukarela Prof Karomani membangun gedung LNC dinilai semata-mata bentuk rasa kecintaan dan kepemilikan terhadap Nahdlatul Ulama (NU)
"Tetapi secara garis besar saya terangkan bahwa setiap warga NU itu adalah seorang Muhibbin, Muhibbin adalah seorang pecinta NU. Ketika seseorang menjadi anggota organisasi maka dia memiliki rasa cinta kepada organisasinya, memiliki rasa kepemilikan kepada organisasi yang diikuti. Nah, termasuk orang-orang yang menjadi bagian dari NU. Layaknya seorang pecinta, maka seseorang itu akan melakukan apa saja untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap lembaga yang dia cintai tersebut dalam hal ini NU. Jadi, beliau (Karomani) membangun gedung LNC itu, sebagai kecintaan beliau terhadap NU. Pengabdian pribadi beliau terhadap NU," jelasnya.
Selanjutnya, terkait dana untuk pembangunan LNC, PWNU tidak mengetahui sumber dana pembangunan.
"Secara otomatis kami tidak tahu menahu darimana beliau mendapatkan dananya, kami tidak tahu menahu sampai dengan kasus ini timbul ke permukaan. Semuanya baru tahu adanya indikasi korupsi setelah semuanya terjadi. Jadi Dana-dana yang dipakai itu kami sama sekali tidak mengetahuinya," tuturnya.
Kemudian, menurut Juwendra, hal tersebut bisa terlihat dalam penamaan Gedung tersebut. Gedung itu dinamai dengan nama Nahyidin atau orang-orang NU bukan murni menyematkan nama Nahdatul Ulama. Pasalnya, penggunaan nama NU harus melewati dan memenuhi sederet prosedur admistrasi.
"Tidak bisa sembarang, orang-orang menggunakan label NU untuk bentuk-bentuk atau bangunan bersifat formal," imbuhnya.
"Jelas sangat tidak mungkin, kalau PWNU tahu ada indikasi tindakan melanggar hukum atau kegiatan berdosa melawan aturan agama, pasti NU tidak akan merestui apalagi terlibat. Jangan kan NU, orang Islam pun akan menolaknya," tambahnya.
Sementara itu, terkait dengan yang diungkapkan kuasa hukum Rektor Non Aktif Unila, Karomani, tentang surat menyurat. Juwendra menambahkan bahwa surat menyurat yang terkait dengan LNC atas nama Prof Karomani pribadi bukan atas nama lembaga atau organisasi atau perkumpulan NU.
"Bukan milik NU. Karena secara keorganisasian aturan NU aset-aset yang merupakan milik organisasi NU itu didaftarkan semuanya secara hukum, dan disahkan oleh notaris oleh lembaga-lembaga negara. Jadi tidak bisa atas nama pribadi, jadi surat-menyurat LNC itu atas nama pribadi Pak Karomani. Disini kami mempertegas bahwa surat-menyurat itu tidak ada hubungannya dengan NU," pungkas Juwendra. (Riduan)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 70
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA