Logo Saibumi

Kesulitan Bagi Nelayan Mencari Solar ada Solusi, Mengajukan Surat Rekomendasi dari Dinas Kelautan

Kesulitan Bagi Nelayan Mencari Solar ada Solusi, Mengajukan Surat Rekomendasi dari Dinas Kelautan

Foto: Ilustrasi

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Ketua Bidang SPBU Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Lampung, Donny Irawan mengaku prihatin, terkait Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Bina Mina, Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, tutup sejak satu bulan terakhir. 

 

Akibatnya, nelayan di Desa Muara Gadingmas, Labuhan Maringgai, kelimpungan karena sulit mendapat BBM jenis solar guna keperluan berlayar.

BACA JUGA: Diduga Korupsi Dana P3-TGAI, 2 Kepala Desa Diamankan

 

"Betul. Kami mengaku prihatin," ungkap Donny, Jumat (19/8/2022). 

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan solusi terhadap Pemerintah Lampung Timur. 

 

"Solusi. Sudah kami rapatkan dan usulkan bersama. Untuk Nelayan, saat rapat di Pemda Lampung Timur. Bersama Pertamina," jelasnya. 

 

Adapun solusinya ialah mengajukan surat rekomendasi ke Dinas Kelautan. 

 

"Silakan. Mereka mengajukan surat rekom ke dinas kelautan. Maka mereka diizinkan mengambil BBM di SPBU menggunakan jerigen," pungkasnya. 

 

Perlu diketahui, tutupnya SPBN, kondisi ini membuat banyak nelayan terpaksa membeli solar dengan harga tinggi. Itu pun susah didapat.

 

Hal ini disampaikan Atok (28) dan Arifin (31) saat istirahat di atas kapal masing masing yang sandar di tepi laut Muara Gadingmas, Kamis (18/8/2022). Kedua nelayan itu berminggu-minggu menunggu solar sambil berharap pangkalan solar di seputar pesisir Muara Gadingmas buka.

"Sudah dua bulan saya belum turun ke laut gak dapat solar. Pangkalan yang biasa menjadi langganan saya juga lagi kosong. Setiap hari duduk di kapal sambil nunggu informasi kalau-kalau ada solar," ungkap Arifin diamini Atok, dikutip dari Suara.com

 

Biasanya Arifin membeli solar di SPBN Muara Gadingmas yang memang di khususkan untuk nelayan. Namun hampir satu bulan SPBN tutup karena tidak ada solar, sehingga membuat ribuan nelayan di Pesisir Labuhan Maringgai cemas karena langkanya solar.

 

"Kalau ada satu liter Rp10 ribu saja saya beli, daripada tidak kerja. Saya cuma nelayan, tidak paham apa penyebab solar langka. Faktanya saya dan rekan-rekan susah dapat solar,". terang Arifin.

 

Dia mengaku sekali berangkat melaut minimal mengangkut 1.000 liter solar untuk 15 hari melaut. Kini dia dua bulan belum berangkat mencari ikan karena tidak ada solar. 

 

"Tidak tahu sampai kapan kondisi seperti ini. Memang ada sih kawan yang melaut tapi saya juga tidak tau bagaimana mereka bisa mendapat solar," ujar Arifin. (Riduan)

BACA JUGA: Diduga Korupsi Dana P3-TGAI, 2 Kepala Desa Diamankan

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA