Logo Saibumi

Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Tengah Ditertibkan

Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Tengah Ditertibkan

Foto: Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Sebuah video yang memperlihatkan penertiban terhadap pedagang kaki lima di Kawasan Pasar Tengah samping Simpur Center viral di media sosial pada Jumat, 5 Agustus 2022 pagi. 

 

BACA JUGA: DPRD Lampung Barat Gelar Rapat Penyampaian Nota Pengantar KUA dan PPAS

Tak sedikit para netizen menyampaikan pendapatnya terkait hal tersebut, seperti yang diungkapkan akun Instagram dengan username @ichwan1605 dirinya menuliskan bahwa meminta agar dicarikan tempat pengganti untuk mereka bisa berjualan kembali. 

 

"Kalau ditertibkan, siapkan juga tempat mereka berjualan. Jangan hanya ditertibkan saja," tulisnya. 

 

Saibumi.com lantas menuju lokasi untuk bisa meminta tanggapan para pedagang terkait viralnya video tersebut. Sesampainya di lokasi penertiban tersebut, masih tampak para Petugas Satpol PP yang baru selesai melaksanakan penertiban. 

 

Saat diwawancarai Yanti seorang pedagang masker menuturkan, bahwa dirinya hanya ingin berdagang untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pengennya tetep bisa dagang. Kayak kita gini kan rakyat kecil yang mau nyewa toko aja enggak bisa. Memang ada surat peringatan dan pemberitahuan, tapi yah gimana buat kebutuhan," ucap ibu berhijab itu. 

 

Hal senada juga disampaikan, Dani penjual kelinci, dirinya yang mengaku telah belasan tahun berdagang di lokasi ini berencana akan pindah ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Tapis Berseri. 

"Harapan kami, karena kami punya kebutuhan, gimana caranya untuk kami bisa usaha lagi. Ini kami untuk cari makan. Saya dari SD udah disini. Ada surat dari pol pp, tapi namanya kita untuk kebutuhan ya gimana ya. Setelah ini mungkin kita ke pasar-pasar jualan disana," tuturnya. 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Penertiban Umum Satpol PP Kota Bandar Lampung, Jan Roma membenarkan apabila pihaknya melakukan penertiban di wilayah ini dalam rangka penataan Kota Bandar Lampung ke arah lebih baik. 

"Iya, jadi hari ini kita melakukan penertiban di Jalan Suprapto mulai dari awal perempatan sampai dengan jalan pangkal pinang ujung. Insyaallah seputar pasar tengah nantinya hal yang sama akan terus dilakukan, dalam rangka penataan Kota Bandar Lampung ke arah yang lebih baik," ungkapnya. 

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kegiatan penertiban ini telah beberapa hari dilakukan dan telah melakukan tahapan-tahapan seperti pemberitahuan hingga surat resmi.

 

"Kalau untuk khusus jalan Suprapto ini kita coba kurang lebih 5 hari ke proses eksekusi ini berlangsung. Alhamdulillah semua tahapan-tahapannya mulai dari sosialisasi, lalu teguran tertulis, surat himbauan, kita sudah terapkan, dan baru kita eksekusi. Tahapan semua kita jalankan," jelasnya. 

 

Kemudian, usai melakukan penertiban, Jan Roma menambahkan bahwa pihak akan terus berjaga. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan berdagang di tepi jalan tidak dilakukan kembali. 

 

"Pasti, tdak bisa dibiarkan gitu saja, takutnya akan terulang lagi. Nantinya Satpol-PP akan berjaga disini kita akan menyiapkan personil sekitar 50 anggota biar ini berkesinambungan," tuturnya. 

 

Jan Roma kembali menyampaikan, bahwa penertiban ini dilakukan bukan tanpa sebab melakukan eksekusi ini. 

 

"Karena kita telah melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang, untuk tidak berjualan disini. Akan, tetapi masih saja dilakukan. Bahkan, kita sudah meminta dengan segala hormat untuk tidak kembali berdagang di jalan. Kita juga tidak mengangkut barang yang sifatnya bernilai tinggi, tetapi kita lebih fokus kepada tempatnya saja," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: 25 Tokoh Inspiratif Kandidat Penerima GPPMP Award 2022

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA