Logo Saibumi

Warga Binaan Meninggal Dunia, Kekecewaan Keluarga Hingga Penjelasan Kadivpas

Warga Binaan Meninggal Dunia, Kekecewaan Keluarga Hingga Penjelasan Kadivpas

Foto: Prosesi pemakaman Almarhum RF | Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Andrian Syahputra kakak kandung almarhum RF warga binaan Lapas Pembinaan Khusus Anak (LKPA) II A Lampung, yang meninggal dunia setelah sempat dilarikan Rumah Sakit Ahmad Yani Metro mengaku kecewa atas kejadian yang menimpa adiknya itu. 

 

"Iya kami selaku keluarga, kami sangat kecewa dengan kejadian ini. Kami sangat kecewa dengan LPKA terutama, karena istilahnya mereka lalai dalam membina warga binaan mereka, kenapa adik kami bisa seperti ini," ungkapnya saat diwawancarai, Rabu (13/7/2022).  

BACA JUGA: Kondisi Bayi yang Ditemukan di Kelurahan Bumi Raya Sehat Walafiat

 

Lebih lanjut ia menuturkan, keluarga juga mempertanyakan tindak lanjut dari pihak Lapas yang diduga membiarkan Almarhum RF hingga sekarat baru bisa dibawa ke rumah sakit. 

 

Kemudian, Andrian juga menyampaikan, bahwa telah mendengar sendiri apabila Almarhum RF itu dipukuli oleh 4 orang yang juga warga binaan setempat. 

 

"Dan untuk oknum-oknum yang memukul itu kami sudah dengar pengakuan dari mereka, ada 4 narapidana, ntah itu teman sekamar atau mungki satu blok nya kami tidak tahu. Yang jelas Mereka mengaku telah memukuli Adik Kami dan saksinya ada dari LPKA dan keluarga kami," 

 

Selain itu, dirinya juga menyaksikan sendiri saat di rumah sakit, bahwa adiknya itu tubuhnya penuh lebam di tangan, kaki, dan beberapa titik lainnya. 

 

"Langkah hukum kami sudah lapor ke Polda dan sudah ditindaklanjuti oleh Polda Lampung, dan kami tinggal menunggu hasil dari pihak kepolisian," tuturnya. 

 

Pihak keluarga pun berharap dari pihak kepolisian yang menangani laporan, agar bisa menindaklanjuti secepatnya laporan yang telah dibuat, 

 

"Kami hanya menuntut keadilan terhadap almarhum RF. Dari pihak lapas belum ada pertemuan, hanya saja waktu semalam kami serah terima Jenazah di Rumah Sakit, kalau mereka datang ke rumah kami belum ada," imbuhnya. 

 

Disinggung, penyebabnya terjadinya pengeroyokan itu, Andrian menyatakan tidak tahu. 

 

"Yang jelas keempat orang itu mengakui telah memukuli adik kami. Adik kami ini walaupun badannya besar dia ini tidak mungkin melawan saat dipukul, namun dugaan kami mereka melakukan pembulian, atau mungkin mereka tidak suka kepada adik kami. Kalau untuk yang lainnya kami tidak tahu bagaimananya," pungkasnya. 

 

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Farid Junaidi saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, pihaknya telah memonitor dari pengadu atau informasi dari pihak keluarga, 

 

"Pihak kami telah membentuk tim investigasi untuk mengecek dan mendalami fakta kasus, kalau memang ada hal-hal terkait penganiayaan atau hal lain, maka kita serahkan ke polisi

 

Selanjutnya, dugaan 4 orang pengeroyok, ini masih terus didalami. 

 

"Kita belum tahu. Tapi tim sudah ke LPKA, lagi kita periksa dan dalami," ujarnya. 

 

Saat ditanya terkait Penjagaan, Farid menambahkan, bahwa penjagaan dilaksanakan sama dengan penjaga bisa, cuma karena ini Lapas anak-anak tidak terlalu, karena ini anak-anak maka di dalamnya anak-anak semua

 

"Untuk tindakan, masih kita lakukan pemeriksaan, juga dilakukan petugas bukan cuma antar anak warga binaan, petugas yang kedapatan melakukan pelanggaran akan kita tindak," tutupnya. (Riduan)

BACA JUGA: Kondisi Bayi yang Ditemukan di Kelurahan Bumi Raya Sehat Walafiat

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA