Logo Saibumi

Tawarkan Gadis Dibawah Umur Melalui Aplikasi MI-CHAT, 2 Pria Diciduk Polisi

Tawarkan Gadis Dibawah Umur Melalui Aplikasi MI-CHAT, 2 Pria Diciduk Polisi

Foto: Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Unit PPA Sat Reskrim Polresta Bandar Lampung berhasil mengungkap kasus perdagangan orang melalui aplikasi pesan instan MI-Chat. 

 

BACA JUGA: 4 Dosen Prodi Farmasi Beri Pelatihan Pembuatan Permen Jelly Kunyit sebagai Produk Nutrasetikal Peningkat Daya Tahan Tubuh

Kanit PPA Polresta Bandar Iptu Gustomi Dedy mengatakan, bahwa pengungkapan kasus ini berdasarkan penyelidikan pihaknya melalui Aplikasi pesan instan tersebut. 

 

"Jadi kami dari Unit PPA Polresta Bandar Lampung mengadakan penyelidikan melalui medsos MI-Chat dalam aplikasi tersebut, kami mendapatkan seseorang yang telah sengaja menjajakan anak perempuan dibawah umur, untuk dilakukan praktek prostitusi dengan harga mulai dari Rp. 250ribu hingga Rp. 800ribu," ungkapnya, Senin (4/7/2022). 

 

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan adanya penyelidikan tersebut, kemudian pihaknya lakukan penangkapan terhadap 2 tersangka, berinisial RM dan VT. 

 

Iptu Gustomi Dendy juga menyampaikan, bahwa penangkapan kedua tersangka itu dilakukan pihaknya di salah satu penginapan di Kota Bandar Lampung adapun kedua korban berinisial AS 16 tahun dan AD 12 tahun. 

 

"RH 17 tahun dan VT berusia 19 tahun, jadi kami melakukan penangkapan pada 28 Juni 2022," tuturnya. 

 

Adapun dari pengakuan kedua tersangka, mereka baru pertama kali melakukan tindakan perdagangan orang tersebut. 

 

"Kalau menurut keterangan tersangka mereka baru satu kali ini melakukan transaksi melalui aplikasi MI-CHAT," jelasnya. 

 

Adapun alasannya mereka, rencananya hasil dari perdagangan orang itu digunakan untuk hura-hura dan minuman keras, lalu makan-makan. 

 

"Barang bukti yang berhasil diamankan uang sebesar Rp. 200 ribu, lalu satu unit HP, dan beberapa pakaian dari korban yang berhasil diamankan," imbuhnya. 

 

Sementara untuk, peran mereka masing-masing, jadi mereka melakukan melalui chat, lalu chat itu mesra seperti layaknya pasangan yang sedang berpacaran. 

 

"Setelah mereka bertemu, lalu mereka sepakat untuk pratik perdagangan anak dibawah umur itu," ujarnya.  

 

Saat disinggung, apakah hanya di penginapan lokasinya, Iptu Gustomi menambahkan, tidak ada tempat lain yang dijadikan lokasi untuk transaksi tersebut.

 

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka disangkakan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 atau Pasal 10 atau Pasal 11 Undang-undang RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 

 

"Diancam hukuman pidana paling singkat 3 Tahun dan paling lama 15 Tahun," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Kunjungi Bumi Ruwa Jurai Wamenaker Siap Kelola BLK UPTD Lampung

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA