Logo Saibumi

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Lampung Jadi Atensi KPK

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Lampung Jadi Atensi KPK

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia memberikan atensi khusus terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung yang saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh Kejati Lampung. 

 

BACA JUGA: Lebaran Bersama Honda, TDM Ajak Konsumen Loyal Buka Puasa Bersama

Hal tersebut disampaikan Plt Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Yudhiawan saat melakukan supervisi di DPRD Lampung. 

 

"Terkait KONI, Itu sedang ditangani kejaksaan tinggi. Dan kebetulan tim kami masih ada disana (Supervisi)," ungkap Yudhiawan, Rabu (27/4/2022). 

 

Sebelumnya diberitakan, Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Lampung kembali melakukan pemeriksaan terhadap Empat orang saksi terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Penyalahgunaan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2020. 

 

Saksi-saksi yang diperiksa antara lain:

 

1. FN diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku selaku Wakil Ketua Umum II Bidang pembinaan Prestasi KONI Provinsi Lampung.

 

2. SHM diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku Tenaga Fungisional pelatih dispora Provinsi Lampung. 

 

3. SWRL diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku anggota Binpres KONI Provinsi Lampung.

 

4. BS diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku anggota Binpres KONI Provinsi Lampung. 

 

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana. 

 

"Yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi," bebernya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan pemeriksaan saksi bertujuan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara penyalahgunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2020. 

 

"Dimana sebelumnya, dalam tahap penyelidikan ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut, diantaranya program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah koni diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: NSS Kedaton Ikut Memeriahkan New Genio Launching

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA