Logo Saibumi

Sempat Kabur Keluar Kota, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembakaran Mahasiswa

Sempat Kabur Keluar Kota, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembakaran Mahasiswa

Foto : Dimas Toti Putra, mahasiswa semester 6 UTY ini dibakar oleh temannya sendiri. Saat ini dia mengalami luka bakar hingga 80 persen dan masih dirawat di rumah sakit. (Saibumi.com/One - Dok Keluarga)

Saibumi.com (SMSI), Yogyakarta - Para pelaku pembakaran seorang mahasiswa akhirnya tertangkap. Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol.

 

Asep Suhendar mengatakan para tersangka sebelumnya sempat melarikan diri ke luar kota. "Sudah ketangkap kemarin," kata Asep Suhendar saat ditemui di kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

BACA JUGA: Setelah 2 Tahun Dilarang, Gumuk Pasir Parangtritis Kembali Digunakan Untuk Shalat Idul Fitri 1443 H

 

Terduga pelaku yang berhasil ditangkap, merupakan pelaku utama dari tiga orang terduga pelaku. Ia mengakui kasus pembakaran mendapat perhatian khusus dari Polda DIY lantaran jarang terjadi. "Ini kejadian yang jarang terjadi. Modus operandinya ini saya kira belum pernah terjadi," ujar Asep.

 

Dengan tertangkapnya pelaku, Asep berharap keluarga korban pembakaran bisa tenang dan mempercayakan sepenuhnya pada kepolisian untuk ditangani sampai tuntas. "Keluarga korban tidak perlu bereaksi terlalu berlebih ini sudah ditangani. Mudah-mudahan yang lain juga tertangkap," ujarnya.

 

 Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Mergangsan Kompol Rachmadiwanto menyebutkan dari tiga terduga pelaku, baru dua orang yang berhasil ditangkap. "Sementara dua orang (tertangkap), masih kurang satu," kata Rachmadiwanto.

 

Rachmadiwanto menjelaskan peristiwa ini berawal dari pembakaran seorang mahasiswa yang terjadi pada tanggal 23 Maret 2022 di rumah korban, Jalan Lowanu, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Para pelaku pembakaran merupakan teman akrab korban dan masih berstatus mahasiswa di kampus yang sama.

 

Berdasarkan keterangan saksi, kasus bermula dari persoalan jual beli knalpot sepeda motor antara korban dan salah satu pelaku. Pelaku, kata Rachmad, tersinggung lantaran korban menjual knalpot kepada orang lain setelah harga disepakati. "Sudah ditawar jadi tetapi dijual kepada orang lain. Jadi, tersinggung, jengkel sama korban," kata dia.

 

Tak berselang lama, satu dari tiga pelaku membakar korban. Adapun peran dua orang lainnya dalam peristiwa itu masih didalami. Selepas kejadian itu, ketiganya melarikan diri ke luar kota. Korban yang mengalami luka bakar masih hidup dan hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta. (ONE)

BACA JUGA: Setelah 2 Tahun Dilarang, Gumuk Pasir Parangtritis Kembali Digunakan Untuk Shalat Idul Fitri 1443 H

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA