Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Universitas Lampung (Unila) telah melakukan kegiatan perkuliahan secara tatap muka.
Namun, dalam pelaksanaannya masih dilakukan secara hybrid atau sistem perkuliahan yang mengkombinasikan antara sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan juga sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
BACA JUGA: Guru Besar di Indonesia Masih Rendah, Unila Bagikan Strategi Mengatasinya
Hal tersebut disampaikan Rektor Unila, Prof. Karomani, menurutnya masih diterapkan sistem hybrid karena penyebaran Covid-19 belum usai sepenuhnya.
"Kalau untuk perkuliahan tatap muka memang sudah kita jalankan dari tanggal 1 April tahun 2022. Namun, kami juga masih mengizinkan kepada para mahasiswa untuk yang belum bisa hadir di ruang kampus, bisa mengikuti perkuliahan secara daring," ungkap Prof Karomani, Kamis (7/4/2022).
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa mahasiswa di Universitas Lampung ini mencapai 30 ribu lebih, dan yang dikhawatirkan apabila semuanya langsung dilakukan perkuliahan tatap muka akan membuat kerumunan yang berlebih.
"Tahun ajaran baru bisa 40 jumlah, kita khawatir apabila masuk semua akan adanya penyebaran Covid-19," jelasnya
Kemudian, Prof. Karomani tak menampik apabila penyebaran virus covid-19 telah benar-benar melandai, pihaknya akan membuka perkuliahan tatap muka secara 100 persen penuh.
Perkuliahan tatap muka 100 persen pasti bakal dilakukan, hanya saja untuk saat ini masih beresiko. Semua dilakukan secara bertahap," tuturnya.
Disinggung terkait protokol kesehatan, Prof Karomani pun menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan prokes dengan ketat.
"Dosen juga kita sarankan untuk vaksin booster, lalu semua yang terlibat dalam operasional kita terapkan prokes ketat. Kemudian, aplikasi peduli lindungi pun telah ditempatkan di setiap pintu masuk. Hand sanitizer dan lainnya semuanya siap. Mahasiswa pun kita himbau agar selalu memakai masker," pungkas Prof Karomani.
Sementara itu, saat saibumi.com menanyakan kepada salah satu Mahasiswi, menurutnya kegiatan perkuliahan yang dilakukan secara hybrid ini agar bisa menjaga dari penyebaran virus covid-19.
"Kalau yang tatap muka sih emang baru sebagian aja, soalnya emang itu himbauannya. Jadi, enggak terlalu dipaksakan untuk tatap muka. Kebetulan saudara saya juga di Way Kanan belum ke Karang karena memang orang tua nya belum ngizinin ikut kuliah tatap muka," tutup Destri. (Riduan)
BACA JUGA: Guru Besar di Indonesia Masih Rendah, Unila Bagikan Strategi Mengatasinya
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 240
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 46
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 44
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 42
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
BERLANGGANAN BERITA