Ketua Bidang SPBU Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Lampung, Donny Irawan | Saibumi.com
Saibumi.com (SMSI) Jakarta - Dalam upaya pengendalian penyaluran BBM jenis Solar bersubsidi, Pemerintah telah mengambil beberapa langkah strategis, antara lain telah terbitnya Keputusan Menteri ESDM No 45.K/HK.02/SJN.H/2022 tanggal 24 Januari 2022.
Keputusan tersebut mengatur tentang Tim Gugus Tugas Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian BBM, serta melaksanakan koordinasi dan pengawasan bersama antara Ditjen Migas, Tim BPH Migas dan Pertamina di beberapa daerah yang terjadi antrean/kelangkaan Solar.
BACA JUGA: Bentuk Satgas Khusus, Pertamina Amankan Pasokan BBM Selama Ramadan dan Idul Fitri
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang SPBU Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Lampung, Donny Irawan mengaku setuju dengan pembentukan satgas untuk pengawasan tersebut. Namun ia meminta agar kuota BBM Solar di SPBU harus ditambah jangan dikurangi.
Karena pemerintah lewat BPH Migas telah mengurangi kuota solar Lampung di tahun 2022, ini lebih rendah dari 2021. Alokasi 2021 sebesar 638.601 KL, sementara 2022 alokasinya 628.009 KL. Artinya ada penurunan sebanyak 10.592 KL.
Sementara di 2021 perekonomian belum baik karena pandemi covid-19, dan sekarang perekonomian mulai tumbuh malah dikurangi. Dan parahnya pengurangan dilakukan saat memasuki bulan Ramadhan dan Idul fitri.
"Jadi saran saya kepada pemerintah segera menambah kuota solar 2022, dan selanjutnya silahkan bentuk satgas," kata Donny, Senin (4/4/2022).
Donny juga mengusulkan ke pemerintah agar tidak terjadi disparitas harga yang terlalu jauh antara solar dan dexlite. Saat ini harga solar Rp5.150, sementara Dexlite Rp13.250. Dimana terjadi disparitas harga yang jauh, yang menyebabkan banyak kendaraan enggan beralih dari solar ke dexlite.
"Usul kami disparitas jangan terlalu jauh, sehingga penguna solar bisa bergeser menggunakan dexlite. Usulan kami dexlite di harga Rp7.500, atau solar dinaikan menjadi Rp7.000, dan kouta solar ditambah," jelas Donny.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya RON 92 atau Pertalite terjamin. Demikian halnya BBM solar, pemerintah akan meningkatkan dan menjaga stok solar agar diatas 20 hari.(*)
BACA JUGA: Bentuk Satgas Khusus, Pertamina Amankan Pasokan BBM Selama Ramadan dan Idul Fitri
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
BERLANGGANAN BERITA