Logo Saibumi

Pemerintah Tak Punya Dana Subsidi Cukup, Stok Solar Dikurangi Hingga Langka, Supir Menjerit!

Pemerintah Tak Punya Dana Subsidi Cukup, Stok Solar Dikurangi Hingga Langka, Supir Menjerit!

Antrian kendaraan untuk mendapatkan solar disalah satu SPBU di Kota Bandar Lampung | Evan/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung - Kelangkaan solar yang terjadi di seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Lampung kian hari semakin parah. Bahkan, kelangkaan ini mengakibatkan banyak supir truk pengangkut bahan pokok mogok kerja. Kelangkaan ini bisa terlihat diseluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Lampung.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Saibumi.com dari sumber terpercaya, kelangkaan ini disebabkan adanya pengurangan kuota solar yang dilakukan pemerintah, lewat Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas). Pengurangan ini merata diseluruh wilayah di Provinsi Lampung.

BACA JUGA: Solar Makin Langka, Supir Menjerit Jadi Pengangguran: Tolong Pemerintah Dengar Kami!

 

Akibat pengurangan solar ini, antrian membludak terjadi di seluruh SPBU. Bahkan, banyak supir truk dan kendaraan pengguna solar yang menginap dua hingga tiga hari di SPBU. Kelangkaan solar juga berimbas ke angkutan kebutuhan bahan pokok yang mengalami keterlambatan dan kenaikan harga.

 

"Kita susah cari solar, jadi untuk dapat saja harus antri, kalau tidak dapat terpaksa pakai dexlite yang dua kali lipat lebih mahal. Akibatnya harga buah yang saya bawa ikut naik, karena untuk menutupi biaya operasional," jelas Agung (35) salah satu supir mobil pickup pengangkut buah.

 

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) mencatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi telah melebihi kuota. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, yang diantaranya adalah adanya lonjakan permintaan karena gap harga antara solar subsidi dan non subsidi terlalu jauh.

 

Dalam catatan Pertamina, per Februari 2022 penyaluran solar subsidi telah melebihi kuota sebanyak 10%, adapun untuk stok solar subsidi secara nasional ada di level 20 hari.

 

Pemerintah melalui BPH Migas diharapkan segera menormalkan stok solar. Cara lainnya adalah dengan menaikan harga solar dengan harga kewajaran, agar tidak ada gap antara harga solar dan dexlite.(*)

 

BACA JUGA: Solar Makin Langka, Supir Menjerit Jadi Pengangguran: Tolong Pemerintah Dengar Kami!

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA