Logo Saibumi

Gas Non Subsidi Naik, Warga Bandar Lampung Mulai Incar Gas Melon 3Kg

Gas Non Subsidi Naik, Warga Bandar Lampung Mulai Incar Gas Melon 3Kg

Ilustrasi Gas Elpiji Subsidi 3 kilogram atau Biasa Disebut Gas Melon | Dok/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung - Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji nonsubsidi berukuran 5,5 hingga 12 kilogram dikeluhkan warga Provinsi Lampung, khususnya Bandar Lampung. Pasalnya, kenaikan harga ini bersamaan dengan kenaikan harga daging dan gula pasir, serta kelangkaan minyak goreng di pasaran.
 
Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir atau pada Minggu (27/2/2022) lalu. Saat ini gas elpiji berukuran 5,5  kilogram dijual dengan harga Rp91 ribu, setelah sebelumnya dijual dengan harga Rp79 ribu per tabung.
 
Sementara, gas elpiji ukuran 12 kilogram dijual dengan harga Rp165 ribu per tabung, kini sudah menyentuh angka Rp189 ribu. Kenaikan pada gas elpiji nonsubsidi dikeluhkan warga dan juga pelaku usaha makanan. Sementara, banyak warga yang hendak beralih ke gas melon atau elpiji 3 kilogram.
 
"Ya kami dulu pilih gas non subsidi itu kan karena hemat dan lama habisnya. Tapi sekarang harganya naik terus. Agak sulit juga kalau semuanya mahal, sudah minyak goreng sulit dicari dan mahal, daging, tempe, cabai mahal. Saya sekarang mulai beralih ke gas 3Kg yang subsidi," kata Reza warga Sepang Bandar Lampung.
 
Reza berharap mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terlebih kenaikan serta kelangkaan yang terjadi saat ini juga tengah pada situasi pandemi Covid-19 yang semakin membuat sulit warga.(Van)
 
 

BACA JUGA: Konflik Agraria Masyarakat Adat dan PT HIM, Rycko Menoza: Libatkan Semua Pihak Sebagai Fasilitator

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA