Logo Saibumi

Pedagang Pasar Smep Keluhkan Sepi Pengunjung, Harap Walikota Bandar Lampung Beri Solusi

Pedagang Pasar Smep Keluhkan  Sepi Pengunjung, Harap Walikota Bandar Lampung Beri Solusi

Foto: Salah satu pedagang pasar Smep keluhkan sepi pengunjung. Rabu 02/02/2022 (Riduan/Saibumi.com)

Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung -  Para pedagang sayuran di Pasar Smep Bandarlampung sudah mengisi gedung baru yang terletak di Jalan Batusangkar, Kelapa. Tiga, Kec. Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung. 

 

Namun, permasalahan muncul mereka mengaku masih sepi pengunjung, meski sudah kurang lebih 4 bulan mengisi pasar. Mirisnya pedagang menyebut seperti pasar mati. 

BACA JUGA: Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung Naik Jadi Rp 130.000

 

Iya kayak gini, kayak pasar mati," ungkap Sugiharto saat diwawancarai saibumi.com, Rabu (2/3/2022). 

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila para pedagang pun harus bermain kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP guna bisa berdagang di pinggir jalan. Agar tetap mendapatkan omset penjualan. 

 

"Kalau udah jam pol pp itu enggak ada itu keluar semua, kalau ada masuk lagi. Jadi kayak kucing-kucingan gitu, kayak gitu aja tiap harinya," jelasnya. 

 

Disinggung ihwal para pedagang yang telah dilakukan penggusuran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Sugiharto mengatakan bahwa para pedagang sudah mendaftar untuk mengisi Pasar Smep. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan. 

 

"Kemarin itu ada gusuran/penertiban mereka cuma daftar-daftar aja. Mereka enggak mau pada masuk, karena apa di dalem gini kan enggak laku. Di dalem sini kan susah, kalah sama yang di luar," tukasnya. 

 

Selanjutnya, terkait pembayaran lapak. Sugiharto menuturkan bahwa hanya beberapa pedagang yang telah ditariki iuran. 

 

"Masalah biaya itu sebagian udah satu dua yang ditarikin Rp. 700ribu setahun," tuturnya. 

 

Sugiharto pun berharap agar Pemkot bisa membantu agar para pedagang di Pasar Smpe bisa mendapatkan rejeki. 

 

"Harapan kita, kalau mau disini rame ya di luar itu bawa masuk semua. Jadi enggak ada iri-iri an. Minta tolong sama bu Walikota biar adil bu, di luar itu bawa masuk semua," pungkas Sugiharto. 

 

Pantauan saibumi.com di lokasi terlihat para pedagang mengisi waktu dengan bermain catur dan saling becengkrama satu sama lain. (Riduan)

BACA JUGA: Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung Naik Jadi Rp 130.000

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA