Logo Saibumi

Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung Naik Jadi Rp 130.000

Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung Naik Jadi Rp 130.000

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandarlampung mengalami kenaikan sebesar Rp10.000, sehingga membuat pedagang mulai membatasi jumlah pasokan.

 

Pantauan saibumi.com di Pasar Pasir Gintung, Selasa 1 Maret 2022 tampak sejumlah pedagang daging sapi hanya menjual beberapa kilogram daging sapi dan juga jeroan sapi di lapak dagangannya.

BACA JUGA: Harga Gas LPG Non Subsidi di Kota Bandarlampung Naik 

 

Salah satu pedagang daging sapi Hanyopi mengatakan harga daging sapi semula Rp 120 menjadi Rp 130 ribu perkilogram.

 

"Kalau naiknya itu sudah dari tanggal 15 Februari, dan sekarang harganya Rp 130 ribu untuk satu Kilogram daging," ungkapnya saat diwawancarai saibumi.com.

 

Tak hanya mengeluhkan tingginya harga daging sapi yang ia beli dari pihak peternakan. Namun jumlah pembelian masyarakat selama pandemi juga memukul para pedagang, sehingga mereka memilih untuk mengurangi stok daging yang dijual kepada masyarakat.

 

"Pembeli kita memang tidak banyak tapi naiknya harga daging sapi ini jadi lebih sedikit lagi dari biasanya," jelasnya.

 

Hanyopi juga menuturkan, apabila harga akan semakin melonjak apabila menjelang Ramadhan dan hari raya Idul fitri

 

"Biasnaya bakal naik lagi sampai Rp 150 di hari Ramadhan dan hari raya Idhul Fitri, tapi sebelum harganya naik pemerintah sudah turun untuk survei dan menanyakam langsung terkiat sembako dan daging," tukas Henyopi.

 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Yusuf. Pedagang daging di Pasar Tugu, Kota Bandarlampung, menuturkan dalam beberapa pekan ke depan harga daging sapi akan kembali mengalami kenaikan harga di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogramnya. Hal ini dikarenakan jelang perayaan keagamaan serta kenaikan harga dari tingkat peternakan sapi potong.

 

Meskipun begitu, dirinya berharap harga daging sapi tidak kembali naik dan pemerintah bisa mengambil tindakan yang tepat agar pedagang tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pasokan daging sapi maupun saat menjualnya kepada masyarakat.

 

"Kita udah sepakat dengan harga yang segitu, tapi kita enggak bisa memastikan naiknya nanti kayak gimana. Nah, kalau soal omset itu tergantung tapi biasnaya dekat-dekat puasa dan Lebaran pembeli meningkat walaupun harganya naik," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Harga Gas LPG Non Subsidi di Kota Bandarlampung Naik 

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA