Logo Saibumi

Waspada ! Riset Temukan Anak Tinggal Dengan Ortu Perokok Cenderung Alami Stunting

Waspada ! Riset Temukan Anak Tinggal Dengan Ortu Perokok Cenderung Alami Stunting

Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) dalam konferensi virtual Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bertema "Sosialisasi Pemahaman Hubungan Perilaku Merokok dan Stunting" merilis riset mengenai perbandingan anak yang tinggal dengan orang tua (ortu) perokok versus ortu bukan pengisap tembakau.

 

Ternyata anak yang tinggal di keluarga yang perokok cenderung mengalami kekerdilan (stunting).

BACA JUGA: Prabowo Resmi Ubah Logo Kemhan, ini Makna dan Penjelasannya

 

"Beberapa riset termasuk yang diadakan PKJS-UI menemukan bahwa anak yang tinggal di rumah tangga dengan orang tua perokok cenderung pertumbuhannya mengalami gangguan atau stunting dibandingkan mereka yang tinggal di rumah tangga tanpa orang tua perokok," ujar Ketua PKJS-UI Aryana Satrya dikutip Republika.com Kamis (20/1/2022).

 

Aryana juga memaparkan data Indonesia Family Life Survey. Dia mengatakan dampak konsumsi rokok bersifat multidimensi, selain kesehatan perokok dan keluarganya seperti stunting.

 

Selain itu rokok terbukti berdampak buruk pada ekonomi keluarga hingga kemiskinan. Ia menambahkan, perilaku merokok orang tua berpengaruh terhadap intelejensi anak secara tidak langsung, termasuk stunting.

 

Stunting berdampak pada kemampuan kognitif yang buruk, performa pendidikam yang tidak optimal, hingga peningkatan risiko penyakit kronis.

 

"Padahal, Indonesia akan menghadapi bonus demografi mulai dari sekarang hingga 10 sampai 15 tahun mendatang. Maka dari itu penting sekali mempersiapkan sumber daya unggul dan berkualitas," katanya.

 

Namun, dia menambahkan, bonus demografi tak akan mampu optimal dimanfaatkan jika kesehatan anak buruk terutama akibat konsumsi rokok.

 

Pihaknya merekomendasikan agar adanya upaya pengendalian merokok dan percepatan penurunan stunting dilakukan beriringan demi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024 yaitu menurunkan prevalensi stunting mencapai 19 persen.

BACA JUGA: Prabowo Resmi Ubah Logo Kemhan, ini Makna dan Penjelasannya

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA